Inklusi keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan ekonomi yang bertujuan memastikan seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan tepat waktu.
Meski demikian, banyak masyarakat di berbagai negara, terutama di daerah terpencil dan masyarakat berpendapatan rendah, masih mengalami kesulitan untuk mengakses layanan perbankan tradisional. Menurut data Bank Dunia, sekitar 48% penduduk Indonesia tidak memiliki rekening bank (unbanked society). Oleh karenanya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan pentingnya inklusi keuangan di Tanah Air.
“Indonesia masih menjadi salah satu dari delapan negara dengan penduduk dewasa tanpa rekening bank terbanyak di dunia atau unbanked society. Ini tentu saja menjadi tantangan untuk inklusi keuangan,” tutur Nezar, dikutip dari laman Komdigi, Minggu (25/1/2026).
Salah satu aspek yang membantu dalam mensukseskan inklusi keuangan adalah teknologi. Teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan inklusi keuangan. Teknologi menjadi penghubung yang mempermudah akses layanan keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya terpinggirkan melalui digitalisasi.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Salah satu bentuk digitalisasi yang paling signifikan adalah perbankan digital yang memungkinkan individu untuk membuka dan mengelola rekening bank melalui aplikasi di smartphone mereka, tanpa perlu datang ke bank fisik. Layanan seperti ini memberi kemudahan bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau mereka yang memiliki mobilitas terbatas.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah melalui Komdigi untuk meningkatkan inklusi keuangan di wilayah-wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mulai dari mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga memperluas pembangunan infrastruktur konektivitas.
“Kita harapkan tersedianya konektivitas bisa memecahkan masalah inklusi keuangan yang ada di masyarakat,” ujar Nezar.
Sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat tata kelola ekonomi digital diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 8% pada 2029.
Upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital di Indonesia tentunya tak dapat berjalan optimal tanpa peran aktif masyarakat. Untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung konektivitas digital, infocom mengundang masyarakat untuk mengajukan tokoh individu, komunitas, dan lembaga inspiratif dalam acara ‘Apresiasi Tokoh Konektivitas Digital’.
Apresiasi Konektivitas Digital merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada segenap insan, meliputi individu, komunitas, atau lembaga yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.
Melalui penghargaan ini, infocom akan menyoroti berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi para tokoh dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri. Selain sebagai bentuk apresiasi, ‘Apresiasi Konektivitas Digital’ juga memaparkan bukti upaya BAKTI Komdigi sebagai pelaksana program USO di Indonesia.
Cara Ajukan Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital
Masyarakat bisa berpartisipasi dalam mendorong perluasan konektivitas digital dengan memberikan penghargaan kepada para tokoh yang telah berkontribusi mengerahkan pikiran dan tenaganya untuk memperluas jangkauan telekomunikasi di Tanah Air.
Caranya, cukup ajukan nama individu, komunitas, atau lembaga melalui . Anda dapat mengusulkan nama individu, komunitas, atau lembaga yang dinilai berkontribusi nyata dalam membuka akses teknologi dan informasi, terutama di wilayah 3T.
Form dapat diisi dengan data diri dan kategori nominasi yang sesuai untuk mendukung proses seleksi penerima penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital di . Adapun form dapat diisi mulai dari 15 November-31 Januari 2026.
Melalui ajang ini, diharapkan bisa mendorong lebih banyak kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadirkan akses digital yang merata di seluruh Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin merata, masyarakat di daerah 3T pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di era digital. Dengan demikian, visi Indonesia Emas yang dicanangkan pemerintah juga dapat terwujud.
infocom sebagai media masif akan menyorot berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri melalui penghargaan ‘Apresiasi Konektivitas Digital’ yang merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada segenap insan yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.







