5.000 Anak SD di Palembang Akan Terima Vaksin Dengue untuk Cegah DBD

Posted on

Sebanyak 5.000 anak sekolah dasar di Palembang, Sumatera Selatan, akan menerima vaksin dengue secara gratis. Pemberian vaksin ini sebagai bagian dari upaya mendukung program menuju Sumsel nol DBD Tahun 2030.

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Trisnawarman menjelaskan bahwa vaksin dengue tersebut diberikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dasar di Palembang untuk keperluan penelitian awal.

Vaksin ini bertujuan mencegah anak-anak dari risiko terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) serta menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tersebut.

“Untuk tahap awal, ada 5.000 anak yang mendapatkan vaksin dengue gratis. Vaksin ini diberikan dua kali suntikan, bulan ini dan tiga bulan berikutnya. Kalau berbayar, vaksinnya sudah tersedia di rumah sakit dengan biaya sekitar Rp 1,4 juta untuk dua kali suntik,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, anak usia sekolah dasar menjadi sasaran utama karena kelompok usia 6 hingga 12 tahun tergolong rentan terhadap DBD. Daya tahan tubuh anak yang belum optimal serta tingginya interaksi dengan lingkungan sekolah dinilai meningkatkan risiko paparan nyamuk penyebab DBD.

“Anak-anak ini sering beraktivitas di lingkungan sekolah yang kita tidak selalu tahu kondisi kebersihannya. Karena itu mereka lebih mudah terpapar,” jelasnya.

Trisnawarman menyebut Sumatera Selatan, khususnya Palembang, terpilih bersama dua daerah lain sebagai lokasi pilot project nasional vaksin dengue. Vaksin ini telah melalui uji klinis sejak 2022 dan telah digunakan di sejumlah rumah sakit, serta dinyatakan aman dan efektif.

“Efektivitas vaksin ini sekitar 80 persen untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD pada anak. Ini langkah pencegahan yang sangat penting,” katanya.

Program ini menjadi proyek percontohan nasional yang melibatkan Kementerian Kesehatan, peneliti, serta pemerintah daerah.

Pelaksanaan vaksinasi rencananya akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan sebelum memasuki bulan puasa. Dalam pelaksanaannya, program ini juga melibatkan kampus melalui tim peneliti dan tenaga medis spesialis anak.

Ke depan, Dinas Kesehatan Sumsel berharap program vaksin dengue ini dapat diperluas ke kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan melalui dukungan kebijakan dan penganggaran pemerintah daerah. Selain vaksinasi, upaya pencegahan DBD tetap dilakukan melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur, serta penggunaan bubuk abate.

“Vaksin ini bukan untuk mengobati, tapi mencegah. Kalau pun terinfeksi, gejalanya tidak akan berat. Ini seperti vaksin Covid, menurunkan risiko keparahan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.