Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII mendata beberapa automatic water level recorder (AWLR) di sejumlah sungai di Sumatera Selatan mengalami kerusakan. Akibatnya, satu AWLR terdata dengan tinggi muka airnya (TMA) mencapai 11,9 meter dan status siaga satu.
Kepala Tim Pelaporan Monev WRDC dan Sisda BBWSS VIII Akson Nurhanafi mengatakan gangguan pada alat tersebut membuat fungsinya dalam mencatat kenaikan elevasi muka air tak bekerja maksimal.
“Pos yang ada kesalahan bacaan alat atau gangguan ada enam. Yakni di AWLR Modong, AWLR Cahaya Bumi, AWLR Sungai Padang, AWLR Rambang, AWLR Mambang, dan AWLR Pengumbuk,” ujar , Selasa (27/1/2026).
Dia menyebut, kerusakan itu membuat pendataan debit sungai tak akurat. Salah satunya pada AWLR Modong yang terdata tinggi muka airnya (TMA) mencapai 11,9 meter dan berstatus siaga 1.
“Untuk AWLR Modong terjadi debit sungai yang besar tanggal 12 Januari, sehingga menyebabkan bacaan AWLR tidak bisa kembali normal,” katanya.
“Padahal AWLR Modong elevasinya biasanya di 6-7 meteran,” sambungnya.
Pihaknya, sudah mengupayakan untuk perbaikan AWLR yang mengalami gangguan. Namun, hingga saat ini belum dilakukan pihak PPK.
“Saya sudah arahkan untuk diperbaiki segera, karena saat ini bacaannya tidak akurat,” katanya.
AWLR itu, selain untuk mengetahui akurasi TMA di sungai, juga berfungsi memonitoring debit air, peringatan dini banjir, manajemen irigasi, serta pengumpulan data akurat secara terus-menerus untuk keperluan mitigasi bencana dan studi hidrologi.
