Amalan bulan Syaban menurut sunnah Rasulullah SAW menjadi perhatian umat Islam menjelang datangnya Ramadan. Salah satu anjurannya adalah memperbanyak ibadah sebagai bekal spiritual sebelum berpuasa.
Dalam berbagai riwayat disebutkan amalan bulan Syaban menurut sunnah Rasulullah meliputi puasa, memperbanyak doa, serta meningkatkan kebaikan. Oleh karena itu, memahami amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan Syaban sangat penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Berikut ulasan amalan bulan Syaban menurut sunnah Rasulullah lengkap dan mudah diamalkan oleh umat Islam. Simak Penjelasannya!
Dilansir jurnal berjudul Keutamaan Bulan Syaban oleh Yazid, bulan Syaban dalam Islam memiliki kedudukan yang istimewa karena berada di antara dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadan.
Meski seringkali terlewatkan, Syaban justru menyimpan banyak keutamaan yang sangat dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amal ibadah sebagai bentuk persiapan menyambut bulan puasa.
Pada bulan kedelapan ini, diyakini terjadinya pengangkatan amal ibadah. Karena itu, Rasulullah SAW sangat menyukai jika amalannya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa. Hal itu bertujuan sebagai bentuk ketaatan dan persiapan spiritual.
Keistimewaan lainnya yakni adanya malam Nisfu Sya’ban, di mana Allah SWT memberikan ampunan yang luas kepada hamba-Nya. Namun, ampunan tersebut tidak diberikan kepada orang yang menyekutukan Allah dan mereka yang masih menyimpan permusuhan.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan sosial. Para ulama terdahulu menyebut Sya’ban sebagai bulan para pembaca Al-Qur’an karena menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah sebelum memasuki Ramadhan.
Inilah 7 amalan bulan Syaban berdasarkan sunnah Rasulullah SAW yang dianjurkan untuk dikerjakan sebagai persiapan menyambut Ramadhan dan mudah untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dilansir jurnal berjudul Kemuliaan Bulan Syaban oleh Abu Ghozie, Puasa sunnah merupakan amalan utama Rasulullah SAW di bulan Syaban. Dalam hadis riwayat Tirmidzi dari Aisyah RA disebutkan bahwa Nabi SAW tidak pernah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak selain di bulan Syaban. Bahkan beliau hampir berpuasa penuh kecuali beberapa hari.
Puasa sunnah Syaban menjadi latihan fisik dan spiritual sebelum menjalani puasa wajib Ramadhan. Puasa ini juga dapat melatih kesabaran, pengendalian hawa nafsu, serta meningkatkan ketakwaan.
Umat Islam dapat menjalankannya sesuai kemampuan, seperti puasa senin-kamis atau Ayyamul Bidh, tanpa mengkhususkan tanggal tertentu dengan keyakinan khusus.
Melaksanakan salat dua rakaat di setiap hari Kamis dengan membaca surah Al-Fatihah sekali, kemudian dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 100 kali pada masing-masing rakaat. Selanjutnya setelah salam, dianjurkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya sebanyak 100 kali.
Amalan ini diyakini dapat menjadi perantara dikabulkannya berbagai kebutuhan, baik urusan agama maupun urusan dunia dengan izin Allah SWT. Selain itu, dianjurkan pula untuk berpuasa pada hari Kamis.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa setiap Kamis di bulan Syaban, langit berhias dan para malaikat memohon kepada Allah agar mengampuni dosa orang-orang yang berpuasa serta mengabulkan doa-doa mereka.
Bersedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi kaum muslim di bulan Syaban. Anjuran ini menunjukkan bahwa sedekah tidak harus dilakukan dengan jumlah yang besar, melainkan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Bahkan, bersedekah walaupun hanya dengan separuh buah kurma tetap memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Hal ini menegaskan bahwa keikhlasan dan niat yang tulus jauh lebih utama daripada besarnya pemberian.
Melalui amalan sedekah, seorang muslim dapat menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan solidaritas sosial terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan. Sedekah juga diyakini dapat menjadi pelindung bagi diri seseorang dari siksa api neraka, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat.
Selain itu, memperbanyak sedekah di bulan Syaban dapat menjadi sarana untuk membersihkan harta, melapangkan rezeki, serta mempersiapkan diri secara spiritual dan sosial dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan hati yang lebih bersih dan penuh kebaikan.
Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Syaban. Pada bulan yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih memperbanyak berbagi kepada sesama, membantu orang-orang yang membutuhkan, serta meningkatkan berbagai bentuk amal kebaikan sebagai wujud kepedulian sosial.
Sedekah tidak hanya dapat dilakukan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui bantuan tenaga, makanan, maupun perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Selain memberikan manfaat bagi penerimanya, amalan sedekah juga menjadi sarana untuk membersihkan harta, melatih keikhlasan, dan menumbuhkan rasa empati dalam diri.
Dengan memperbanyak sedekah di bulan Syaban, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara sosial dan spiritual, memperkuat hubungan antar sesama, serta menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan hati yang lebih bersih dan penuh kepedulian.
Umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak shalat tahajud di bulan Syaban, anjuran ini juga didasarkan oleh hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan keutamaan besar bagi hamba Allah yang bangun di sepertiga malam terakhir untuk beribadah.
Shalat tahajud menjadi momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memanjatkan doa, serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada setiap malam, ketika waktu telah memasuki sepertiga malam terakhir, Allah SWT turun ke langit dunia.
Pada saat itu, Allah membuat pintu rahmat Nya dengan menyeru hamba-hambanya, menanyakan siapa saja yang berdoa agar doanya dikabulkan, siapa yang meminta agar diberi, dan siapa yang memohon ampunan agar diampuni. Hadits ini menunjukkan betapa besarnya kesempatan yang Allah berikan kepada umat Nya untuk bermunajat dan memperbaiki diri, khususnya di bulan Syaban sebagai persiapan menuju Ramadhan.
Para ulama terdahulu menyebut bahwa bulan Syaban Syahrul Qurraa, atau bulan para pembaca Al-Qur’an. Pada bulan ini, mereka selalu memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, baik membaca, memahami,maupun mengulang hafalan.
Membiasakan membaca Al-Qur’an sejak bulan Syaban juga bertujuan agar umat Islam tidak kaget ketika memasuki Ramadhan nanti yang dikenall sebagai bulan Al-Qur’an. Amalan ini membantu meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan dengan firman Allah SWT.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَ أَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ
Astaghfirullah wa as aluhut taubah
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima tobatku.”
Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Syaban adalah memperbanyak dzikir istighfar, khususnya dengan membaca lafaz istighfar sebanyak 70 kali. Dzikir ini berisi permohonan ampun kepada Allah SWT, pengakuan akan keesaan-Nya, serta pernyataan tobat dan kembali kepada-Nya dengan penuh kesadaran. Melalui istighfar, seorang muslim diajak untuk merenungi kesalahan yang telah diperbuat, membersihkan hati, dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Imam Ridha disebutkan bahwa siapa saja yang memperbanyak istighfar di bulan Syaban sebanyak 70 kali. Maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya, meskipun jumlah dosa tersebut sangat banyak, bahkan diibaratkan sebanyak bintang-bintang di langit. Penjelasan ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah, khususnya di bulan Syaban.
Nah, itulah amalan bulan Syaban menurut sunnah Rasulullah yang mudah diamalkan oleh umat Islam. Semoga bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker info.com.
