Produksi Padi Tertinggi Ketiga Nasional, Gubernur Sumsel Dapat Penghargaan

Posted on

Produksi padi Sumatera Selatan sepanjang 2025 mencapai 3.598.736 ton. Angka itu naik 23,69% atau 689.325 ton dari produksi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 2.909.412 ton.

Raihan itu menempatkan Sumsel sebagai provinsi dengan peningkatan produksi padi tertinggi ketiga secara nasional, setelah Jawa Timur dan Jawa Barat. Capaian itu membuat Gubernur Sumsel Herman Deru menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto atas dedikasi dan kontribusi mendukung swasembada pangan nasional 2025.

Penghargaan diserahkan presiden pada acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Penghargaan ini juga diterima empat gubernur lain. Selain itu, delapan kepala daerah juga menerima penghargaan, di antaranya OKU Timur dan Banyuasin.

Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan tonggak penting bagi kedaulatan bangsa. Menurutnya, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.

“Kita mencatat kemenangan penting hari ini. Tidak ada bangsa yang merdeka jika makanannya tidak tersedia untuk rakyatnya dan masih bergantung pada bangsa lain,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima infoSumbagsel.

Presiden juga mengapresiasi para petani karena sebagai tulang punggung ketahanan dan kemerdekaan bangsa sejak awal berdirinya Republik Indonesia.

“Petani adalah pahlawan sejati bangsa ini. Kita tidak akan merdeka tanpa jasa petani. Karena itu, sudah menjadi kewajiban negara untuk melindungi dan membela petani,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan produksi beras nasional pada 2025 sekitar 34 juta ton, dengan stok Bulog sebesar 3,2 juta ton. Dia juga menyampaikan bahwa Indonesia tak lagi mengimpor beras dan gula putih, bahkan untuk pertama kalinya mampu mengekspor sejumlah komoditas pangan tertentu.

“Atas nama petani Indonesia, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI. Swasembada pangan ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga para petani,” ujarnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti sektor pertanian mampu berkembang pesat melalui pengelolaan yang tepat dan sinergi lintas sektor.

“Alhamdulillah, Sumatera Selatan mendapat apresiasi dari Presiden atas kontribusi besar dalam swasembada pangan nasional. Ini menjadi kebanggaan bersama, karena Indonesia kini sudah tidak lagi mengimpor beras,” imbuhnya.