Bulan Syaban merupakan salah satu bulan yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Kehadirannya menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadan sudah semakin dekat. Lalu kapan bulan Syaban 1447 Hijriah/2026?
Dikutip dari buku Panduan Praktis Ibadah di Bulan-Bulan Mulia karya KH. Muhammad Sholikhin, inti dari amalan Syaban adalah peningkatan kualitas diri secara menyeluruh. Syaban seringkali disebut sebagai bulan ‘pemanasan’ sebelum Ramadan. Beribadah di bulan ini sangat dianjurkan seperti berpuasa.
Bagi umat muslim yang ingin mempersiapkan diri, mengetahui kapan bulan Syaban 1447 Hijriah menjadi hal yang penting. Hal ini berkaitan dengan penentuan jadwal puasa sunnah, malam Nisfu Syaban, hingga perhitungan hari menuju Idul Fitri 2026.
Bulan Syaban terletak di antara dua bulan besar, yaitu bulan Rajab dan bulan Ramadan. Karena posisinya yang berada di tengah tengah, banyak orang yang sering melalaikan kemuliaan bulan ini. Padahal, Syaban memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi dalam tradisi Islam.
Salah satu keutamaan utama bulan Syaban adalah sebagai waktu diangkatnya amal perbuatan manunsia kepada Allah SWT. Selain itu, bulan ini merupakan momentum terbaik untuk melatih fisik dan mental sebelum menghadapi tantangan ibadah di bulan Ramadan.
Dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Muzakki, Syaban adalah bulan di mana Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang memohon ampun.
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan menjauhi permusuhan agar amalannya diterima dengan sempurna. Keistimewaan lainnya terletak pada malam Nisfu Syaban atau malam pertengahan bulan Syaban.
Pada malam tersebut, diyakini bahwa catatan takdir dan rezeki manusia untuk setahun ke depan akan diperbarui. Oleh karena itu, doa dan ibadah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Indonesia.
Rasulullah SAW diketahui sangat menghormati bulan ini dengan meningkatkan kuantitas ibadah beliau, terutama ibadah puasa sunnah.
Dikutip dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, terdapat riwayat dari Aisyah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melakukan puasa sunnah lebih banyak daripada yang beliau lakukan di bulan Syaban. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya waktu tersebut di mata Nabi SAW.
Selain itu, terdapat dalil yang menjelaskan alasan mengapa Nabi Muhammad SAW begitu tekun beribadah di bulan ini. Dikutip dari Ringkasan Shahih Muslim karya Imam al-Mundziri, dari Usamah bin Zaid, Nabi SAW bersabda bahwa Syaban adalah bulan yang banyak dilalaikan manusia karena letaknya di antara Rajab dan Ramadan.
Beliau menegaskan bahwa pada bulan tersebut, amal-amal diangkat kepada Allah Tuhan semesta alam, dan beliau ingin amalnya diangkat saat beliau sedang dalam keadaan berpuasa.
Meskipun tidak ada kewajiban puasa sebulan penuh seperti Ramadhan, namun anjuran untuk tidak melalaikan bulan ini sangat jelas bagi setiap Muslim.
Berdasarkan kalender Hijriah yang disusun dengan metode hisab (perhitungan astronomi), pergantian bulan dalam Islam terjadi saat matahari terbenam dan munculnya hilal. Untuk tahun 2026, awal bulan Syaban 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada pertengahan bulan Januari hingga Februari.
Penentuan awal bulan Syaban 1447 H merujuk pada kriteria visibilitas hilal. Mengacu pada estimasi kalender Islam global, 1 Syaban 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Selasa, 20 Januari 2026 atau Rabu, 21 Januari 2026.
Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, penetapan tanggal resmi di Indonesia biasanya menunggu hasil sidang isbat atau pengumuman berdasarkan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di berbagai titik di tanah air.
Namun, dalam kalender resmi yang beredar, perkiraan kuat dimulai pada tanggal 20 Januari 2026. Jika 1 Syaban jatuh pada 20 Januari 2026, maka malam Nisfu Syaban (15 Syaban) akan jatuh pada tanggal 3 Februari 2026 malam atau 4 Februari 2026.
Perlu diingat bahwa dalam kalender Hijriah, satu bulan bisa terdiri dari 29 atau 30 hari. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tetap memantau pengumuman resmi dari Kementerian Agama atau Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Mengikuti jejak Rasulullah SAW, memperbanyak puasa di bulan Syaban adalah amalan yang paling utama. Puasa ini berfungsi sebagai latihan agar tubuh tidak terkejut saat memasuki bulan Ramadan. Selain itu, puasa di bulan ini memiliki nilai pahala yang besar karena dilakukan di saat banyak orang lain sedang lalai.
Dikutip dari buku Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab al-Hanbali, bulan Syaban sering disebut sebagai Bulan para Pembaca Al-Qur’an. Para ulama terdahulu terbiasa menutup toko atau mengurangi urusan dunia mereka untuk fokus mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Syaban sebagai persiapan menyambut bulan suci.
Bagi yang masih memiliki hutang puasa dari tahun sebelumnya, bulan Syaban adalah kesempatan terakhir untuk melunasinya (qadha). Sangat disarankan untuk menyelesaikan kewajiban ini sebelum Ramadhan tahun berikutnya tiba.
Membersihkan hati dari noda dosa sangat penting dilakukan di bulan ini. Memperbanyak kalimat thayyibah dan memohon ampunan kepada Allah akan membuat hati lebih siap dan terang dalam menerima keberkahan Ramadhan.
Membantu sesama dan berbagi rezeki juga menjadi amalan yang sangat baik. Sedekah di bulan Syaban dapat membantu meringankan beban saudara yang membutuhkan, sekaligus melatih kedermawanan sebelum bulan puasa yang penuh berkah.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan doa doa kebaikan sangat dianjurkan. Umat Islam biasanya berkumpul untuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat memohon umur panjang dalam ketaatan, dijauhkan dari marabahaya, serta diberikan kemandirian hati dan rezeki yang berkah.
Dengan mempersiapkan diri lebih awal, diharapkan setiap Muslim bisa meraih derajat takwa yang lebih maksimal saat Ramadan nanti.
Demikian informasi lengkap mengenai kapan Bulan Syaban 1447 H/2026 beserta keutamaan, dalil, dan amalan yang bisa dikerjakan. Semoga artikel ini bermanfaat.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
Keutamaan Bulan Syaban
Dalil Mengenai Bulan Syaban
Kapan Bulan Syaban 1447 H/2026?
Amalan di Bulan Syaban
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
2. Membaca Al-Qur’an
3. Melunasi Hutang Puasa Ramadan
4. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
5. Bersedekah
6. Berdoa di Malam Nisfu Syaban
Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, penetapan tanggal resmi di Indonesia biasanya menunggu hasil sidang isbat atau pengumuman berdasarkan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di berbagai titik di tanah air.
Namun, dalam kalender resmi yang beredar, perkiraan kuat dimulai pada tanggal 20 Januari 2026. Jika 1 Syaban jatuh pada 20 Januari 2026, maka malam Nisfu Syaban (15 Syaban) akan jatuh pada tanggal 3 Februari 2026 malam atau 4 Februari 2026.
Perlu diingat bahwa dalam kalender Hijriah, satu bulan bisa terdiri dari 29 atau 30 hari. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tetap memantau pengumuman resmi dari Kementerian Agama atau Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Mengikuti jejak Rasulullah SAW, memperbanyak puasa di bulan Syaban adalah amalan yang paling utama. Puasa ini berfungsi sebagai latihan agar tubuh tidak terkejut saat memasuki bulan Ramadan. Selain itu, puasa di bulan ini memiliki nilai pahala yang besar karena dilakukan di saat banyak orang lain sedang lalai.
Dikutip dari buku Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab al-Hanbali, bulan Syaban sering disebut sebagai Bulan para Pembaca Al-Qur’an. Para ulama terdahulu terbiasa menutup toko atau mengurangi urusan dunia mereka untuk fokus mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Syaban sebagai persiapan menyambut bulan suci.
Bagi yang masih memiliki hutang puasa dari tahun sebelumnya, bulan Syaban adalah kesempatan terakhir untuk melunasinya (qadha). Sangat disarankan untuk menyelesaikan kewajiban ini sebelum Ramadhan tahun berikutnya tiba.
Membersihkan hati dari noda dosa sangat penting dilakukan di bulan ini. Memperbanyak kalimat thayyibah dan memohon ampunan kepada Allah akan membuat hati lebih siap dan terang dalam menerima keberkahan Ramadhan.
Membantu sesama dan berbagi rezeki juga menjadi amalan yang sangat baik. Sedekah di bulan Syaban dapat membantu meringankan beban saudara yang membutuhkan, sekaligus melatih kedermawanan sebelum bulan puasa yang penuh berkah.
Menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan doa doa kebaikan sangat dianjurkan. Umat Islam biasanya berkumpul untuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat memohon umur panjang dalam ketaatan, dijauhkan dari marabahaya, serta diberikan kemandirian hati dan rezeki yang berkah.
Dengan mempersiapkan diri lebih awal, diharapkan setiap Muslim bisa meraih derajat takwa yang lebih maksimal saat Ramadan nanti.
Demikian informasi lengkap mengenai kapan Bulan Syaban 1447 H/2026 beserta keutamaan, dalil, dan amalan yang bisa dikerjakan. Semoga artikel ini bermanfaat.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.







