Seorang pengemudi ojek online di Palembang bernama Wahid (18) dikeroyok sejumlah orang tak dikenal (OTK) saat mengantar makanan. Tak hanya itu, sepeda motor korban juga dibawa kabur oleh terduga pelaku.
Peristiwa itu terjadi di jalan Residen Abdul Rozak tepatnya di depan Kantor Kodim 0418 di Kelurahan 2 Ilir Kecamatan Ilir Timur II, Palembang pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.
Video yang dilihat infoSumbagsel tampak korban dikeroyok oleh beberapa orang. Korban ditarik dari motornya, lalu langsung dicekik dan dipukuli wajahnya hingga jatuh ke aspal. Kepala korban juga sempat ditendang oleh salah satu pelaku.
Menurut keterangan Wahid, kejadian bermula saat ia sedang mengantarkan pesanan makanan di Jalan Prajurit Kemas Ali, Palembang, dengan membonceng temannya bernama Maulana. Saat mengantar orderan pelaku memanggil korban sambil menunjukkan jalan, tetapi korban tidak terlalu memperhatikan pelaku.
Setelah selesai mengantarkan orderan, korban dibuntuti oleh pelaku hingga sampai di TKP. Korban kemudian dihentikan paksa oleh 4 orang pelaku dan langsung ditarik dari motornya. sementara 1 orang lain merekam kejadian itu.
Para pelaku langsung memukul, mencekik, dan menendang korban. Saat kejadian berlangsung, diduga salah satu pelaku membawa kabur motor korban Honda Beat CBCS hitam bernopol BG-4829-AFF.
“Awalnya kami tidak dengar, baru setelah dipanggil dua kali kami noleh, ada kawannya keliling-keliling dekat kami, nah kami langsung pergi diikuti mereka,” katanya.
Kata Wahid, pelaku melakukan tindakan tersebut karena wajahnya seperti menantang dan sok jago di kampung orang. Wahid mengatakan ciri-ciri pelaku yang melakukan pengeroyokan terlihat masih seperti anak SMA/SMK.
“Katanya aku ini sengak (wajah menantang) di kampung orang, awalnya ada 4 orang dan 1 merekam. Sepertinya mereka itu masih sekolah SMK/SMA. Aku juga gak lihat motorku itu dibawa oleh siapa, tapi setelah kejadian motor sudah tidak ada,” ujarnya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Wahid yang juga merupakan mahasiswa semester 3 disalah satu kampus di Palembang ini harus mengalami memar pada kepala punggung dan sakit di leher.
Saat ini korban sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Ilir Timur 2. Ia berharap para pelaku cepat ditangkap, sebab sangat meresahkan dan motor yang dibawa kabur merupakan alat untuknya mencari nafkah.
Sementara itu, Kapolsek Ilir Timur 2 Kompol Ismail belum memberikan keterang saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







