Puluhan Gajah Liar Rusak Kebun Warga di Musi Rawas | Giok4D

Posted on

Puluhan gajah liar masuk ke kawasan perkebunan warga di Musi Rawas, Sumatera Selatan. Akibatnya banyak tanaman karet dan sawit milik warga yang rusak. Selain itu, warga pun jadi ketakutan untuk pergi berkebun.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah SP-9 HTI, Desa Tri Anggun Jaya, Kecamatan Muara Lakitan, Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Tri Anggun Jaya Parsono mengatakan kawanan gajah liar tersebut sudah masuk ke area perkebunan warga sejak sepekan terakhir.

“Kawanan gajah liar itu masuk ke kebun warga sudah hampir satu pekan ini dan tadi pagi masih ada,” katanya, Senin (19/1/2026).

Parsono mengatakan kawanan gajah liar tersebut berjumlah kurang lebih 20 ekor. Mereka masuk ke kebun dan merusak tanaman warga, akibatnya warga pun menjadi ketakutan.

“Akibat hal ini, pohon karet dan sawit banyak yang rusak hingga roboh semua. Kemudian warga juga jadi ketakutan, soalnya area perkebunan yang dimasuki itu tak begitu jauh dengan pemukiman warga sehingga membuat warga jadi takut,” ungkapnya.

“Sebagian itu ada yang takut ke kebun gara-gara takut diserang gajah. Tapi ada juga yang tetap nekat beraktivitas di kebun,” sambungnya.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, ia mengatakan kawanan gajah ini biasanya masuk ke kebun warga pada pagi hari.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, kawanan gajah ini masuk ke kebun warga saat malam hari. Kalau yang sekarang ini mereka masuk pas pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB,” ungkapnya.

Untuk meminimalisir kerusakan, Parsono mengatakan warga Desa Tri Anggun Jaya pun berupaya melakukan pengusiran kawanan gajah liar tersebut.

“Warga sudah coba untuk ngusir mereka dengan caran diteriaki dan pakai mercon spirtus. Tapi kawanan itu masih balik lag dan kadang pas waktu kami usir itu malah kami yang dikejar mereka,” katanya.

“Meskipun begitu, jarak warga yang mengusir dengan kawanan gajah liar itu cukup jauh. Karena warga juga takut kalau terlalu dekat. Yang kami giring itu sekitar 20 ekor lebih, namun ditempat lain juga ada rombongan gajah yang lain,” lanjutnya.

Parsono mengatakan warga desa berharap agar pihak terkait ikut turun tangan membantu mereka untuk mengusir kawanan gajah liar tersebut agar warga bisa hidup dengan tenang dan tidak dihantui rasa ketakutan.

“Harapannya tolong dibantu untuk menyelesaikan masalah ini. Petugas dari BKSDA juga pernah datang dan memberi teknik penggiringan gajah kepada satgas, cuman belum maksimal saat kami melakukannya,” ujarnya.