BPBD Ungkap Biang Kerok Jembatan Lubuk Rukam yang Ambruk di Ogan Ilir

Posted on

Ambruknya jembatan di Lubuk Rukam, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, diduga akibat banyaknya sedimen limpahan banjir dari wilayah OganKomering Ilir (OKI). Sedimen yang terbawa arus cukup deras, mengakibatkan pondasi atau tiang-tiang jembatan tak mampu menahan hingga membuatnya patah dan ambruk.

“Iya, betul jembatan ambruk karena banyaknya sedimen limpahan dari banjir OKI yang mengalir ke sungai tersebut,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Ogan Ilir Edi Rahmat saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).

Pembersihan terhadap sedimen berupa rumput, sampah dan sejenisnya itu juga telah dilakukan. Namun, karena jumlahnya yang cukup banyak, membuat pembersihan dilakukan bertahap.

Aliran air yang mengalir ke sungai di wilayah Ogan Ilir, juga mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi itu tak sampai berdampak banjir ke rumah-rumah warga.

“Kondisi debit sungai masih fluktuatif, tergantung intensitas hujan dan pasang surut sungai,” katanya.

Diketahui, akses jembatan itu cukup penting karena menjadi penghubung 5 desa di Kecamatan Kandis. Kelima desa itu adalah Muara Kumbang, Lubuk Segonang, Tanjung Alai, Kumbang Ulu, dan Kumbang Ilir.

Pemkab Ogan Ilir juga telah memprioritaskan pembangunan jembatan baru, yang ditarget pengerjaannya dalam 1-2 bulan.

Diberitakan sebelumnya, jembatan besi penghubung dua desa yakni Lubuk Rukam dan Desa Muara Kumbang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ambruk. Akibatnya, akses warga terputus.

Ambruknya jembatan besi itu diduga akibat derasnya arus sungai yang menghantam struktur jembatan, ditambah sampah dan enceng gondok di bagian bawah jembatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (22/1) sekitar pukul 14.00 WIB.

Seorang warga setempat bernama Berin mengatakan kejadian itu saat debit air sungai meningkat dan membawa banyak tanaman air yang tersangkut di kolong jembatan hingga membuat jembatan ambruk.