Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung dalam beberapa hari terakhir. Kecepatan angin dilaporkan mencapai hingga 55 kilometer per jam.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, mengatakan angin kencang di Lampung dipicu menguatnya Monsun Asia atau angin baratan yang membawa massa udara basah dari Benua Asia menuju Australia.
“Penyebab utamanya Monsun Asia. Selain itu ada pengaruh tidak langsung dari aktifnya pola pertemuan dan belokan angin di sekitar Sumatra bagian selatan,” kata Rudi, Minggu (25/1/2026).
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
BMKG mencatat kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berada pada kisaran 18 hingga 55 km per jam. Kondisi angin kencang ini terutama terjadi di wilayah pesisir dan perairan, seperti Perairan Barat Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, serta Selat Sunda bagian selatan.
Sementara itu, di wilayah daratan, angin kencang dapat terasa lebih kuat saat hujan lebat. Hal tersebut disebabkan oleh downdraft atau hembusan angin turun dari awan hujan.
BMKG Lampung juga mencatat kecepatan angin maksimum sebesar 30,2 km per jam berdasarkan pengamatan Automatic Weather Station (AWS) Sidomulyo.
Terkait kondisi cuaca tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi dampak angin kencang, seperti pohon tumbang, atap rumah ringan terlepas, hingga baliho roboh. Pengguna jalan juga diminta berhati-hati, terutama saat hujan disertai angin kencang.
Selain itu, nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau untuk memperhatikan peringatan dini cuaca maritim karena angin kencang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di perairan Lampung.
BMKG mengingatkan masyarakat Lampung untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi yang dikeluarkan melalui kanal resmi BMKG.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, tidak panik, dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG,” tutup Rudi.







