Apa Itu PLTS? Ini Penjelasannya! - Giok4D

Posted on

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan sistem yang merubah energi matahari menjadi listrik dengan menggunakan panas matahari. PLTS ini dinilai sebagai energi bersih yang lebih ramah lingkungan.

Jika infoers merupakan warga Kota Palembang, mungkin sudah tidak asing lagi dengan PLTS, sebab baru-baru ini kota tertua ini baru saja memasangnya di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin jayo Wikramo sebagai sarana edukasi dan keteladanan bagi masyarakat dalam pemanfaatan energi bersih dan ramah lingkungan.

Tapi, apa sebenarnya PLTS dan apa fungsinya bagi masyarakat? Berikut infoSumbagsel akan rangkum alasannya dibawah ini. Yuk simak!

Mengutip melalui Jurnal yang berjudul Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Energi Ramah Lingkungan Yang Berkelanjutan karya Fidelchristo Pijoh Dkk. PLTS atau Solar Power Plant merupakan teknologi yang mengkonversikan energi sinar matahari menjadi listrik.

PLTS membantu masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil yang terbatas dan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Dalam era perubahan iklim dan kekhawatiran terhadap ketersediaan energi, PLTS menjadi solusi yang menjanjikan dalam mencapai keberlanjutan energi.

Dilansir melalui buku Pengenalan pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diterbitkan oleh Institut Teknologi PLN, menuturkan bahwa PLTS terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

PLTS Off Grid merupakan sistem PLTS yang tidak terhubung dengan jaringan, yang berarti untuk jenis yang pertama ini bisa berdiri sendiri. Sistem ini memiliki pola pemasangan yang menyebar dan skala kapasitasnya kecil, biasanya dilengkapi dengan sistem penyimpanan dengan baterai sebagai medianya.

PLTS Off Grid Domestic merupakan sistem PLTS yang memberikan daya listrik pada rumah tangga dan pedesaan yang belum terhubung dengan jaringan listrik utilitas, jadi tipe PLTS yang satu ini hanya menanggung beban sistem penerangan dan beban listrik rumah tangga.

PLTS Off Grid Non Domestic adalah sistem PLTS yang memberikan daya listrik untuk batas keperluan dan kegunaan yang lebih luas dibandingkan PLTS Off Grid Domestic. Biasanya digunakan untuk penerangan jalan, pompa air, stasiun tarmis, bandara, observasi gempa dan lainnya.

Jenis yang satu ini merupakan sistem PLTS yang terhubung dengan jaringan. Berdasarkan polanya, PLTS ON Grid terbagi menjadi dua, yaitu sistem penyimpanan (storage) yang menggunakan baterai sebagai cadangan dan penyimpanan tenaga listrik dan tanpa baterai. Baterai pada PLTS On-grid berfungsi sebagai suplai tenaga listrik untuk beban listrik apabila jaringan atau grid mengalami kegagalan.

PLTS Hybrid merupakan PLTS yang dalam penggunaannya harus digabungkan dengan jenis pembangkit listrik lain. Guna untuk mendapatkan sistem listrik yang lebih baik, berkelanjutan dan ekonomis.

Inverter adalah perangkat yang digunakan untuk mengubah arus searah atau DC yang dihasilkan oleh panel surya menjadi arus bolak-balik atau AC yang nantinya akan di kompatibel dengan sistem kelistrikan rumah atau bangunan.

Inverter memiliki fungsi penting, yaitu mengubah energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh peralatan listrik.

Sistem penyimpanan energi yang digunakan dalam PLTS berfungsi untuk menyimpan kelebihan energi surya yang dihasilkan pada siang hari dan menggunakannya pada malam hari atau saat cuaca buruk.

Sistem ini membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi surya dan memungkinkan penggunaan listrik yang terus-menerus, bahkan ketika sinar matahari tidak tersedia.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Kabel dan penghubung listrik berfungsi untuk menghubungkan antara panel surya, inverter, dan komponen PLTS lainnya. Kabel ini harus dibuat menggunakan bahan yang kokoh dan tahan cuaca, agar listrik dapat terhubung dengan aman dan tahan lama.

Struktur montase atau mounting system berfungsi untuk memasang panel surya secara aman dan efisien. Struktur ini dapat berupa atap khusus, rak tanah, atau sistem penyangga lainnya yang dirancang untuk mendukung panel surya dan menyesuaikan sudutnya agar mendapatkan paparan sinar matahari yang banyak.

Mengatur dan memastikan aliran listrik dari panel surya ke baterai untuk mencegah overcharging dan over discharging.

Memantau performa sistem PLTS dan memberikan informasi tentang produksi energi, konsumsi, dan status sistem. Diode: Mencegah aliran balik arus dari baterai ke panel surya saat tidak ada cahaya matahari.

Pada umumnya, Plts berfungsi untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Berikut cara kerja PLTS:

Sel-sel fotovoltaik akan menangkap energi dari pantulan sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik, sel-sel tersebut memiliki bahan semikonduktor yang serupa dengan silikon.

Setelah cahaya matahari ditangkap oleh sel fotovoltaik, elektron pada bahan semikonduktor akan bergerak dan menghasilkan arus listrik searah.

Arus DC yang telah diserap harus diubah terlebih dahulu menjadi energi AC menggunakan inverter, agar bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik yang siap digunakan terutama dalam industri dan rumah tangga.

Listrik yang telah diproses akan disalurkan ke rumah-rumah dan digunakan untuk keperluan yang membutuhkan listrik. Sisa dari listrik yang tidak terpakai akan disimpan dan akan dimanfaatkan lagi ketika matahari tidak ada atau mendung.

Fungsi dan manfaat yang akan diperoleh jika kita mulai beralih dari energi kotor ke energi bersih seperti PLTS adalah:

PLTS tidak menghasilkan polusi udara atau emisi gas rumah kaca, sehingga mengurangi dampak negatif yang bisa mempengaruhi iklim.

Manfaat lainnya adalah PLTS mengandalkan matahari sebagai komponen utama, Matahari tidak memiliki batas dalam penggunaannya, jadi kita bisa memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Selain itu, PLTS juga memiliki fitur penyimpanan energi, jadi disaat kita tidak bisa menggunakan matahari seperti pada musim hujan, energi yang tersimpan bisa menjadi alternatif penggantinya.

Meskipun dalam perancangannya PLTS memerlukan banyak biaya, penggunaan selanjutnya bisa membantu masyarakat untuk menghemat listrik, sebab bahan baku utamanya juga gratis, yaitu matahari.

Dilansir melalui laman resmi Pemerintahan Kota Palembang, usai pemasangan PLTS di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin jayo Wikramo, pemerintah bisa menghemat biaya listrik kisaran Rp 12 Juta sampai Rp 24 juta per-tahun.

Penggunaan PLTS jangka panjang bisa dapat membantu meningkatkan kemandirian energi sebab tidak lagi membutuhkan listrik konvensional seperti dulu.

Penggunaan PLTS merupakan alternatif lain yang bisa digunakan untuk mengganti sumber energi kotor yang telah lama berkembang. sebab PLTS mampu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan prinsip yang sederhana.

Demikianlah informasi yang bisa infoSumbagsel sampaikan mengenai PLTS. Seoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Prima PTKi Kementerian Agama.

Apa Itu PLTS

Jenis-jenis PLTS

1. PLTS Off Grid

2. PLTS Off Grid Domestic

3. PLTS Off Grid Non Domestic

4. PLTS ON Grid atau Grid Connected PV Plant

5. PLTS Hybrid

Komponen PLTS

1. Inverter

2. Sistem Penyimpanan Energi (Battery)

3. Kabel dan Penghubung

4. Struktur Montase atau Mounting System

5. Charge Controller

6. Monitoring System

Cara Kerja PLTS

1. Menangkap Energi dari Matahari menggunakan Panel Surya

2. Perubahan Dari Sinar Matahari Jadi Energi Listrik

3. Peralihan dari Arus Listrik DC menjadi AC

4. Penyimpanan Energi

Manfaat PLTS

1. Ramah Lingkungan

2. Sumber Energi yang Tidak Terbatas

3. Menghemat Biaya

4. Mandiri Energi

Pada umumnya, Plts berfungsi untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Berikut cara kerja PLTS:

Sel-sel fotovoltaik akan menangkap energi dari pantulan sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik, sel-sel tersebut memiliki bahan semikonduktor yang serupa dengan silikon.

Setelah cahaya matahari ditangkap oleh sel fotovoltaik, elektron pada bahan semikonduktor akan bergerak dan menghasilkan arus listrik searah.

Arus DC yang telah diserap harus diubah terlebih dahulu menjadi energi AC menggunakan inverter, agar bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik yang siap digunakan terutama dalam industri dan rumah tangga.

Listrik yang telah diproses akan disalurkan ke rumah-rumah dan digunakan untuk keperluan yang membutuhkan listrik. Sisa dari listrik yang tidak terpakai akan disimpan dan akan dimanfaatkan lagi ketika matahari tidak ada atau mendung.

Fungsi dan manfaat yang akan diperoleh jika kita mulai beralih dari energi kotor ke energi bersih seperti PLTS adalah:

PLTS tidak menghasilkan polusi udara atau emisi gas rumah kaca, sehingga mengurangi dampak negatif yang bisa mempengaruhi iklim.

Manfaat lainnya adalah PLTS mengandalkan matahari sebagai komponen utama, Matahari tidak memiliki batas dalam penggunaannya, jadi kita bisa memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Selain itu, PLTS juga memiliki fitur penyimpanan energi, jadi disaat kita tidak bisa menggunakan matahari seperti pada musim hujan, energi yang tersimpan bisa menjadi alternatif penggantinya.

Meskipun dalam perancangannya PLTS memerlukan banyak biaya, penggunaan selanjutnya bisa membantu masyarakat untuk menghemat listrik, sebab bahan baku utamanya juga gratis, yaitu matahari.

Dilansir melalui laman resmi Pemerintahan Kota Palembang, usai pemasangan PLTS di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin jayo Wikramo, pemerintah bisa menghemat biaya listrik kisaran Rp 12 Juta sampai Rp 24 juta per-tahun.

Penggunaan PLTS jangka panjang bisa dapat membantu meningkatkan kemandirian energi sebab tidak lagi membutuhkan listrik konvensional seperti dulu.

Penggunaan PLTS merupakan alternatif lain yang bisa digunakan untuk mengganti sumber energi kotor yang telah lama berkembang. sebab PLTS mampu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan prinsip yang sederhana.

Demikianlah informasi yang bisa infoSumbagsel sampaikan mengenai PLTS. Seoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Prima PTKi Kementerian Agama.

Cara Kerja PLTS

1. Menangkap Energi dari Matahari menggunakan Panel Surya

2. Perubahan Dari Sinar Matahari Jadi Energi Listrik

3. Peralihan dari Arus Listrik DC menjadi AC

4. Penyimpanan Energi

Manfaat PLTS

1. Ramah Lingkungan

2. Sumber Energi yang Tidak Terbatas

3. Menghemat Biaya

4. Mandiri Energi