Balita di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tenggelam di lokasi banjir di sekitaran rumahnya. Dia ditemukan tak bernyawa oleh warga sekitar di dekat rumah.
Sekretaris BPBD OKI Nova Triyussanto membenarkan kejadian itu. Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayu Agung, Minggu (25/1/2026) malam.
“Iya benar, kita mendapat informasi pagi ini. Keluarga korban tidak sempat melapor, karena balita yang tenggelam langsung ditemukan dalam keadaan meninggal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).
Dari informasi, balita yang ditemukan tenggelam hingga meninggal itu berusia sekitar satu tahun lebih. Pihaknya juga sudah menuju lokasi untuk mendapatkan informasi kejadian tersebut.
“Sedang dicarikan informasinya dari keluarga korban yang anaknya meninggal,” katanya.
Dia mengimbau, korban banjir yang masih tergenang rumah dan area sekitarnya untuk selalu mengawasi aktivitas anak-anaknya. Mereka juga diimbau tak membiarkan anak-anak beraktivitas di sekitar sungai yang tengah mengalami kenaikan debit.
“Iya, kita imbau sekali lagi awasi anak-anak agar tidak bermain atau beraktivitas di sekitar sungai,” tambahnya.
Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi luapan air sungai, terutama pada saat pasang maksimum dan setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Mengamankan barang-barang berharga, dokumen penting, serta peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi.
Nelayan sungai dan pengguna perahu diminta lebih berhati-hati dan memperhatikan arus yang lebih deras dan potensi benda hanyut.
“Segera laporkan kepada aparat desa atau petugas terkait apabila terjadi kenaikan air secara signifikan atau tanda-tanda darurat lainnya,” imbuhnya.







