Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan memprediksi sebagian besar wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) akan mengalami curah hujan kategori menengah (sedang) pada Dasarian III Januari 2026. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wan Dayantolis mengatakan meskipun mayoritas wilayah diprediksi mengalami curah hujan menengah, potensi kejadian cuaca ekstrem masih perlu diantisipasi.
“Sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprediksi mengalami curah hujan dasarian kategori menengah. Namun, potensi kejadian cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai karena masih berada pada periode puncak musim hujan di beberapa wilayah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
BMKG menyebut peluang curah hujan menengah dengan intensitas 51-150 milimeter mencapai lebih dari 70 persen di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan.
Namun demikian, BMKG mencatat sejumlah daerah diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah dengan peluang lebih dari 60 persen, yakni di sebagian wilayah Empat Lawang, Musi Banyuasin bagian utara, Banyuasin bagian utara, Ogan Komering Ilir (OKI), serta sebagian kecil OKU dan OKU Timur.
Sementara itu, peluang terjadinya curah hujan tinggi dengan intensitas 151-300 milimeter mencapai hingga 20 persen di sebagian wilayah Kabupaten Lahat, Muara Enim, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Wan Dayantolis mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi terkini dari BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi,” tegasnya.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.







