Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Setiap daerah memiliki slogan khas dengan Bahasa daerah masing masing. Tidak terkecuali dengan kabupaten kota di Sumatera Selatan (Sumsel). Lalu apa saja slogan kabupaten dan kota di Sumsel?
Dilansir dari Slogan Iklan Produk dalam Tabloid nova oleh Nanik Sumarsih, Slogan merupakan kalimat pendek yang menarik dan mudah diingat. Kalimat pendek ini berfungsi untuk memberi tahu sesuatu.
Setiap slogan daerah memberikan informasi berupa slogan atau prinsip dari setiap daerah. Berikut ini slogan kabupaten dan kota di Sumsel.
Dikutip dari website Pemerintah Provinsi Sumsel, saat ini Provinsi Sumsel terdiri dari 13 Kabupaten dan 4 kota. Masing masing daerah tersebut memiliki slogan masing masing. Berikut ini slogannya.
Kabupaten Banyuasin memiliki slogan “Sedulang Setudung”. Dilansir dari situs resmi Kabupaten Banyuasin, slogan ini diambil dari bahasa daerah setempat yang merujuk pada tradisi penyajian makanan.
“Sedulang” berarti satu nampan atau talam, sedangkan “Setudung” berarti satu penutup nampan tersebut. Makna mendalam yang terdapat dalam slogan ini adalah bahwa masyarakat daerah Banyuasin membangun daerah dengan dasar kebersamaan dan kesetaraan.
“Saling Keruani Sangi Kerawati” merupakan slogan yang dimiliki oleh Kabupaten Empat Lawang. Slogan ini memiliki arti saling menolong dan saling menjaga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Dikutip dari website Dinas Pariwisata Kabupaten Empat Lawang, slogan ini memiliki makna bahwa masyarakat Empat Lawang harus saling mengenal satu sama lain dengan baik.
Dengan adanya rasa saling mengenal tersebut, diharapkan tumbuh rasa memiliki. Diiringi dengan rasa kewajiban untuk saling menjaga sebagai satu keluarga besar di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.
Kabupaten Lahat menggunakan slogan “Seganti Setungguan”. Kalimat ini merefleksikan karakteristik masyarakat Lahat yang sangat menghargai komitmen. “Seganti” merujuk pada kesamaan atau kesetaraan, sedangkan “Setungguan” berarti sesuatu yang ditunggu atau dijaga konsistensinya.
Secara filosofis, slogan ini menggambarkan masyarakat yang memegang janji dan setia pada kesepakatan yang telah dibuat. Selain itu, hal ini mencerminkan rasa solidaritas yang tinggi dalam menjaga kehormatan daerah serta hubungan kekerabatan antar warga.
“Serasan Sekundang” adalah slogan Kabupaten Muara Enim yang sangat populer. “Serasan” berarti seia sekata atau satu pendapat, sementara “Sekundang” berarti kawan setia atau teman perjalanan yang selalu mendampingi dalam suka maupun duka.
Slogan ini menekankan pada pentingnya keharmonisan antara pemerintah dan rakyatnya. Dengan prinsip Serasan Sekundang, pembangunan di Kabupaten Muara Enim diharapkan dapat berjalan lancar karena adanya rasa saling percaya dan kerja sama.
Kabupaten Musi Banyuasin menggunakan slogan “Serasan Sekate”. Slogan ini mencerminkan identitas masyarakat yang selalu mengedepankan mufakat.
“Sekate” berarti satu kata atau satu kesepakatan dalam setiap pengambilan keputusan besar di daerah tersebut. Hal ini menunjukkan ciri khas masyarakat Musi Banyuasin itu sendiri.
Menjunjung tinggi hasil musyawarah untuk kepentingan banyak orang. Prinsip ini menjadi pondasi bagi stabilitas sosial dan kemajuan ekonomi di wilayah yang kaya akan sumber daya alam ini.
Kabupaten Musi Rawas memiliki visi yang tercermin dalam slogan ” Lan Serasan Sekentenan”. Arti dari slogan ini adalah bumi yang damai, saling bekerja sama, toleransi, dan bahu membahu.
Penggunaan kata ini bertujuan untuk memberikan motivasi bagi jajaran pemerintah dan warga agar selalu memberikan hasil terbaik dalam bekerja. Slogan ini juga menjadi panduan dalam mewujudkan daerah masyarakat melakukannya dengan bekerja sama dan saling tolong.
Musi Rawas Utara atau Muratara memiliki slogan “Beselang Serundingan”. Istilah “Beselang” merupakan tradisi lokal yang merujuk pada aktivitas gotong royong massal dalam mengerjakan ladang atau fasilitas umum.
Sedangkan “Serundingan” memiliki makna musyawarah atau berunding untuk mencari solusi. Slogan ini menjadi pengingat bagi warga Muratara bahwa segala kesulitan dapat diatasi jika dihadapi dengan kerja sama dan komunikasi yang baik.
Kabupaten Ogan Ilir memiliki slogan “Caram Seguguk”. “Caram” dapat diartikan sebagai bekerja bersama atau bersinergi, sementara “Seguguk” menunjukkan kesatuan kelompok atau satu hamparan yang harmonis.
Dilansir dari Website BPS, di balik slogan ini adalah tentang persatuan dan kekuatan kumpul masyarakat yang kompak. Dengan slogan ini, Ogan Ilir ingin menunjukkan bahwa pembangunan akan berhasil jika seluruh lapisan masyarakat bergerak secara serentak dalam satu kesatuan.
Kabupaten OKI dikenal dengan slogan “Bende Seguguk, Segugul Serasan”. Bende adalah alat musik tradisional sejenis gong kecil yang zaman dahulu digunakan oleh pemimpin daerah untuk mengumpulkan warga guna mendengarkan pengumuman atau memulai pekerjaan.
Penggunaan kata Bende Seguguk meslogankan persatuan masyarakat yang selalu tanggap dan bersatu dalam satu komando untuk kemajuan daerah. Slogan ini juga mencerminkan kerukunan antar suku yang ada di wilayah Ogan Komering Ilir.
Kabupaten OKU memiliki slogan “Sebimbing Sekundang”. “Sebimbing” artinya saling menuntun tangan, sedangkan “Sekundang” berarti teman akrab yang selalu membersamai dalam perjalanan.
Slogan ini memiliki makna masyarakat yang saling membimbing dan saling mendukung sebagai rekan seperjuangan.
Dengan prinsip ini, tidak ada satu pun warga yang dibiarkan tertinggal, karena semua pihak memiliki tanggung jawab untuk saling membantu menuju kemajuan.
Kabupaten OKU Selatan menggunakan slogan “Serasan Seadanan”. Slogan ini memiliki arti pentingnya kebersamaan, kesepakatan, dan perasaan senasib sepenanggungan di antara masyarakatnya.
“Seadanan” merujuk pada kesesuaian dan kepantasan dalam bertindak. Dengan slogan ini, masyarakat OKU Selatan diingatkan untuk selalu menjaga harmoni dan keadilan dalam kehidupan sosial yang terdiri dari berbagai macam latar belakang budaya.
“Sebiduk Sehaluan” adalah slogan Kabupaten OKU Timur yang sangat filosofis. “Sebiduk” berarti berada dalam satu perahu yang sama, sedangkan “Sehaluan” berarti memiliki satu arah tujuan yang sama di masa depan.
Kalimat ini menggambarkan kekompakan antara pemerintah dan rakyat dalam mengayuh “perahu” pembangunan daerah. Jika semua pihak mendayung ke arah yang sama, maka tujuan untuk mencapai kemakmuran akan lebih cepat dan mudah tercapai.
Kabupaten PALI memiliki slogan “Serepat Serasan”. Slogan ini mengandung makna tentang hubungan yang sangat erat, kompak, sejalan, dan seia sekata dalam setiap gerak langkah pembangunan daerah.
“Serepat” menggambarkan kedekatan emosional dan fisik antar warga. Sebagai kabupaten yang relatif baru, slogan ini menjadi pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat agar tetap solid dalam membangun daerah otonomi baru tersebut.
Kota Lubuklinggau dikenal dengan slogan “Sebiduk Semare”. Slogan ini memiliki kemiripan filosofi dengan konsep satu perahu, namun dengan penekanan pada kata “Semare” yang berarti kebersamaan atau keserumpunan.
Slogan ini mencerminkan semangat satu tujuan dan satu keinginan dalam membawa kota menuju kemajuan. Masyarakat Lubuklinggau diharapkan selalu bergerak selaras agar potensi kota sebagai pusat transit ekonomi dapat dimaksimalkan.
Kota Pagar Alam menggunakan identitas suku aslinya dalam slogan “Besemah”, yang kemudian ditambah dengan predikat “Kota Perjuangan”. Besemah adalah suku utama yang mendiami daerah kaki Gunung Dempo dengan nilai budaya yang luhur.
Predikat “Kota Perjuangan” merujuk pada sejarah kepahlawanan masyarakat setempat dalam melawan penjajahan Belanda. Slogan ini menegaskan karakter masyarakat Pagar Alam yang berani, teguh pendirian, dan memiliki semangat juang yang tinggi.
Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki slogan klasik “Palembang Djaja”. Slogan ini merupakan peninggalan masa lalu yang tetap relevan sebagai simbol kebanggaan terhadap kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang pernah berpusat di sini.
“Djaja” atau Jaya merupakan doa dan harapan agar Kota Palembang selalu dalam keadaan makmur dan terus berkembang sebagai pusat peradaban. Slogan ini mendorong semangat warga untuk mengembalikan kejayaan Palembang di kancah nasional maupun internasional.
Dikutip dari website Giwang Provinsi Sumsel, kota Prabumulih menggunakan slogan “Seinggok Sepemunyian”. Makna dari kalimat ini adalah adanya kesamaan visi dan kesatuan antara ucapan dengan perbuatan (satu suara satu bunyi).
Hal ini mencerminkan kerukunan dalam bermasyarakat sehingga tercipta suasana yang kondusif untuk pembangunan kota. Dengan prinsip Seinggok Sepemunyian, masyarakat Prabumulih diharapkan dapat hidup berdampingan dengan damai.
Dalam konteks kedaerahan, slogan memberikan informasi berupa slogan atau prinsip yang menjadi pegangan hidup masyarakat di daerah tersebut. Itulah daftar Slogan Kabupaten dan Kota di Sumsel.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama
Slogan Daerah di Sumsel
1. Banyuasin: Sedulang Setudung
2. Empat Lawang: Saling Keruani Sangi Kerawati
3. Lahat: Seganti Setungguan
4. Muara Enim: Serasan Sekundang
5. Musi Banyuasin: Serasan Sekate
6. Musi Rawas: Lan Serasan Sekentenan
7. Musi Rawas Utara: Beselang Serundingan
8. Ogan Ilir: Caram Seguguk
9. Ogan Komering Ilir: Bende Seguguk
10. Ogan Komering Ulu: Sebimbing Sekundang
11. Ogan Komering Ulu Selatan: Serasan Seadanan
12. Ogan Komering Ulu Timur: Sebiduk Sehaluan
13. Penukal Abab Lematang Ilir (PALI): Serepat Serasan
14. Lubuklinggau: Sebiduk Semare
15. Pagar Alam: Besemah Kota Perjuangan
16. Palembang: Palembang Djaja
17. Prabumulih: Seinggok Sepemunyian
Musi Rawas Utara atau Muratara memiliki slogan “Beselang Serundingan”. Istilah “Beselang” merupakan tradisi lokal yang merujuk pada aktivitas gotong royong massal dalam mengerjakan ladang atau fasilitas umum.
Sedangkan “Serundingan” memiliki makna musyawarah atau berunding untuk mencari solusi. Slogan ini menjadi pengingat bagi warga Muratara bahwa segala kesulitan dapat diatasi jika dihadapi dengan kerja sama dan komunikasi yang baik.
Kabupaten Ogan Ilir memiliki slogan “Caram Seguguk”. “Caram” dapat diartikan sebagai bekerja bersama atau bersinergi, sementara “Seguguk” menunjukkan kesatuan kelompok atau satu hamparan yang harmonis.
Dilansir dari Website BPS, di balik slogan ini adalah tentang persatuan dan kekuatan kumpul masyarakat yang kompak. Dengan slogan ini, Ogan Ilir ingin menunjukkan bahwa pembangunan akan berhasil jika seluruh lapisan masyarakat bergerak secara serentak dalam satu kesatuan.
Kabupaten OKI dikenal dengan slogan “Bende Seguguk, Segugul Serasan”. Bende adalah alat musik tradisional sejenis gong kecil yang zaman dahulu digunakan oleh pemimpin daerah untuk mengumpulkan warga guna mendengarkan pengumuman atau memulai pekerjaan.
Penggunaan kata Bende Seguguk meslogankan persatuan masyarakat yang selalu tanggap dan bersatu dalam satu komando untuk kemajuan daerah. Slogan ini juga mencerminkan kerukunan antar suku yang ada di wilayah Ogan Komering Ilir.
Kabupaten OKU memiliki slogan “Sebimbing Sekundang”. “Sebimbing” artinya saling menuntun tangan, sedangkan “Sekundang” berarti teman akrab yang selalu membersamai dalam perjalanan.
Slogan ini memiliki makna masyarakat yang saling membimbing dan saling mendukung sebagai rekan seperjuangan.
Dengan prinsip ini, tidak ada satu pun warga yang dibiarkan tertinggal, karena semua pihak memiliki tanggung jawab untuk saling membantu menuju kemajuan.
Kabupaten OKU Selatan menggunakan slogan “Serasan Seadanan”. Slogan ini memiliki arti pentingnya kebersamaan, kesepakatan, dan perasaan senasib sepenanggungan di antara masyarakatnya.
“Seadanan” merujuk pada kesesuaian dan kepantasan dalam bertindak. Dengan slogan ini, masyarakat OKU Selatan diingatkan untuk selalu menjaga harmoni dan keadilan dalam kehidupan sosial yang terdiri dari berbagai macam latar belakang budaya.
“Sebiduk Sehaluan” adalah slogan Kabupaten OKU Timur yang sangat filosofis. “Sebiduk” berarti berada dalam satu perahu yang sama, sedangkan “Sehaluan” berarti memiliki satu arah tujuan yang sama di masa depan.
Kalimat ini menggambarkan kekompakan antara pemerintah dan rakyat dalam mengayuh “perahu” pembangunan daerah. Jika semua pihak mendayung ke arah yang sama, maka tujuan untuk mencapai kemakmuran akan lebih cepat dan mudah tercapai.
Kabupaten PALI memiliki slogan “Serepat Serasan”. Slogan ini mengandung makna tentang hubungan yang sangat erat, kompak, sejalan, dan seia sekata dalam setiap gerak langkah pembangunan daerah.
“Serepat” menggambarkan kedekatan emosional dan fisik antar warga. Sebagai kabupaten yang relatif baru, slogan ini menjadi pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat agar tetap solid dalam membangun daerah otonomi baru tersebut.
Kota Lubuklinggau dikenal dengan slogan “Sebiduk Semare”. Slogan ini memiliki kemiripan filosofi dengan konsep satu perahu, namun dengan penekanan pada kata “Semare” yang berarti kebersamaan atau keserumpunan.
Slogan ini mencerminkan semangat satu tujuan dan satu keinginan dalam membawa kota menuju kemajuan. Masyarakat Lubuklinggau diharapkan selalu bergerak selaras agar potensi kota sebagai pusat transit ekonomi dapat dimaksimalkan.
Kota Pagar Alam menggunakan identitas suku aslinya dalam slogan “Besemah”, yang kemudian ditambah dengan predikat “Kota Perjuangan”. Besemah adalah suku utama yang mendiami daerah kaki Gunung Dempo dengan nilai budaya yang luhur.
Predikat “Kota Perjuangan” merujuk pada sejarah kepahlawanan masyarakat setempat dalam melawan penjajahan Belanda. Slogan ini menegaskan karakter masyarakat Pagar Alam yang berani, teguh pendirian, dan memiliki semangat juang yang tinggi.
Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki slogan klasik “Palembang Djaja”. Slogan ini merupakan peninggalan masa lalu yang tetap relevan sebagai simbol kebanggaan terhadap kejayaan Kerajaan Sriwijaya yang pernah berpusat di sini.
“Djaja” atau Jaya merupakan doa dan harapan agar Kota Palembang selalu dalam keadaan makmur dan terus berkembang sebagai pusat peradaban. Slogan ini mendorong semangat warga untuk mengembalikan kejayaan Palembang di kancah nasional maupun internasional.
Dikutip dari website Giwang Provinsi Sumsel, kota Prabumulih menggunakan slogan “Seinggok Sepemunyian”. Makna dari kalimat ini adalah adanya kesamaan visi dan kesatuan antara ucapan dengan perbuatan (satu suara satu bunyi).
Hal ini mencerminkan kerukunan dalam bermasyarakat sehingga tercipta suasana yang kondusif untuk pembangunan kota. Dengan prinsip Seinggok Sepemunyian, masyarakat Prabumulih diharapkan dapat hidup berdampingan dengan damai.
Dalam konteks kedaerahan, slogan memberikan informasi berupa slogan atau prinsip yang menjadi pegangan hidup masyarakat di daerah tersebut. Itulah daftar Slogan Kabupaten dan Kota di Sumsel.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama







