Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan jalur Sungai Lalan akan dibuka untuk angkutan batu bara. Menyusul Asosiasi Pengguna Alur Sungai Lalan (AP6L) telah menyetorkan dana kekurangan pembangunan Jembatan P6 Lalan yang ambruk ditabrak tongkang batu bara Agustus 2024.
“Mulai hari ini (12/1) jalur Sungai Lalan dibuka untuk angkutan batu bara. Kemungkinan baru besok (13/1), proses tongkang batu bara akan melintas,” ujar Asisten I Sumsel Apriyadi, Senin (12/1/2026).
Apriyadi mengungkapkan AP6L telah menyetor kekurangan dana pembangunan jembatan sebesar Rp 35 miliar. Sebelumnya, nilai kontrak pembangunan jembatan baru sebesar Rp 68 miliar.
“Kewajiban dari AP6L sudah dipenuhi karena uang Rp 35 miliar kekurangan untuk pembangunan jembatan sudah ada di rekening BSB Cabang Sekayu. Kemudian kontraktor pelaksana sudah masuk (ke lokasi) sejak 2 Januari dan sekarang sudah mulai melakukan pekerjaan kembali,” katanya.
“Dengan kondisi ini, tidak ada lagi alasan bagi pemprov untuk menutup alur Sungai Lalan,” katanya.
Dia menegaskan, baik pihak kontraktor maupun perusahaan anggota AP6L telah menyatakan komitmen penuh untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan P6 hingga tuntas.
Bahkan, jika terjadi kekurangan dana di tengah pengerjaan, perusahaan siap memberikan jaminan tambahan berupa bank garansi.
Pemprov Sumsel, lanjut Apriyadi, tetap menerapkan sistem pengawasan ketat. Pencairan dana kepada kontraktor dilakukan secara bertahap dan hanya bisa dilakukan setelah mendapat validasi dari pemerintah daerah.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
“Kami tidak ingin kecele lagi. Setiap termin pembayaran harus sesuai dengan progres fisik pekerjaan di lapangan. Dana tetap di rekening bank daerah dan baru bisa dicairkan setelah disetujui pemprov,” jelasnya.
Keputusan pembukaan alur Sungai Lalan ini juga telah melalui koordinasi lintas instansi. Gubernur Sumsel disebut telah berkomunikasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Pemkab Muba.
“Kami meminta penyelesaian pembangunan jembatan selesai dalam 7 bulan, ya mungkin molor-molor sedikit karena kondisi cuaca dan saat finishing,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Pemprov Sumsel menutup alur Sungai Lalan bagi tongkang batu bara sejak 1 Januari 2025. Penutupan dilakukan karena pihak perusahaan tak berkomitmen menyetor sisa dana pembangunan sebesar Rp 35 miliar.







