Dinas Kesehatan (Dinkes) Lubuklinggau mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) mencapai 266 kasus. Dari jumlah tersebut, ada satu orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat DBD.
Kasi P2P Dinkes Lubuklinggau Defit Kurniawan mengatakan pada tahun 2024, tercatat ada 284 kasus DBD di Lubuklinggau. Defit mengatakan pihaknya belum bisa memperkirakan apakah tahun 2025 ini akan meningkat atau tidak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Dari data Dinkes Lubuklinggau, tercatat untuk tahun 2025 dari bulan Januari hingga Agustus ada 266 kasus. Belum bisa kita prediksikan apakah sampai akhir tahun 2025 nanti jumlahnya akan lebih besar dari pada tahun sebelumnya karena tergantung dengan cuaca juga,” katanya saat dikonfirmasi infoSumbagsel, Jumat (29/8/2025).
Defit merincikan untuk bulan Januari terdapat 44 kasus, Februari 35 kasus, Maret 29 kasus, April 32 kasus, Mei 36 kasus, Juni 33 kasus, Juli 33 kasus, dan Agustus 24 kasus.
“Bila dirincikan berdasarkan daerah, untuk di Puskesmas Citra Medika di Kecamatan Lubuklinggau Timur I ada 49 kasus, Puskesmas Taba di Timur II ada 18 kasus, Puskesmas Swasti Taba di Timur II ada 10 kasus, Puskesmas Sumber Waras di Selatan I ada 34 kasus, Puskesmas Simpang Periuk di Selatan II ada 63 kasus,” jelasnya.
“Kemudian Puskesmas Maha Prana di Barat I ada 7 kasus, Puskesmas Perumnas di Barat I ada 17 kasus, Puskesmas Sidorejo di Barat II ada 14 kasus, Puskesmas Petanang di Utara I ada 21 kasus, dan yang terakhir Puskesmas Megang di Utara II ada 33 kasus. Jika ditotalkan dari awal 2025 sampai sekarang jadi ada 266 kasus,” sambungnya.
Dari hasil tersebut, Defit membeberkan ada satu orang pelajar di Lubuklinggau yang meninggal akibat DBD tersebut pada bulan April.
“Kalau yang meninggal ada satu orang di bulan April di daerah Petanang (Kecamatan Lubuklinggau Utara I), dia pelajar SMP kalau tidak salah. Dia meninggal karena waktu itu telat dibawa ke rumah sakit, waktu dibawa itu dia sudah stadium tiga,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan kasus DBD di Lubuklinggau, Defit mengungkapkan pihaknya sudah melakukan sosialisasi serta fogging di daerah yang banyak nyamuk aedes aegypti.
“Antisipasi sudah kita lakukan. Kita sudah melakukan sosialisasi dan imbauan ke masyarakat untuk selalu melakukan pembersihan di lingkungannya serta menerapanka 3M (menutup, menguras dan mengubur). Kemudian untuk daerahnya yang sudah banyak terkena DVD itu di fogging,” terangnya.