Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang memberikan catatan serius terhadap progres distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini masih menyisakan 114 sekolah dasar dalam daftar tunggu.
Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Muhammad Affan Prapanca menegaskan bahwa percepatan distribusi harus segera dilakukan oleh pihak terkait sembari memberikan peringatan keras kepada pihak katering agar tidak menurunkan standar gizi dan kebersihan makanan bagi siswa.
Hingga saat ini, Dinas Pendidikan mencatat baru 289 sekolah tingkat SD, baik negeri maupun swasta, yang telah merasakan manfaat dari program nasional ini. Angka tersebut dinilai perlu terus ditingkatkan secara masif mengingat distribusi saat ini sudah mencakup seluruh kecamatan namun belum menyentuh semua satuan pendidikan yang terdaftar sebagai sasaran.
Affan merincikan bahwa dari 289 sekolah yang telah tercover, mayoritas adalah sekolah negeri dengan jumlah 230 unit, sementara sekolah swasta baru mencapai 59 unit. Disdik berkomitmen untuk terus mengawal agar disparitas jumlah antara sekolah negeri dan swasta ini segera tertutup seiring dengan berjalannya fase distribusi berikutnya.
Namun, tantangan besar masih membayangi karena tercatat sebanyak 114 sekolah dasar lainnya belum menerima distribusi sama sekali. Dari jumlah yang belum terjangkau tersebut, terdapat 20 SD negeri dan 94 SD swasta yang saat ini statusnya masih berada dalam posisi antrean untuk mendapatkan jatah makan bergizi.
“Untuk sekolah-sekolah yang belum menerima manfaat, statusnya saat ini masih menunggu pembagian lebih lanjut dari KPPG Kota Palembang. Kami sangat berharap proses ini segera dimulai karena program ini sangat membantu beban ekonomi orang tua murid,” ujar Affan, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, Program MBG ini dinilai sangat krusial, karena tidak hanya meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga secara nyata mengurangi beban ekonomi rumah tangga orang tua murid di Palembang.
Selain kuantitas distribusi, perhatian utama Disdik kini tertuju pada kualitas asupan yang diberikan kepada siswa. ia menghimbau kepada pihak penyedia SPBG atau katering agar tetap mematuhi standar operasional prosedur terkait kelayakan konsumsi.
“Kepada pihak penyedia SPBG atau katering, kiranya untuk lebih memperhatikan menu dengan gizi yang berkualitas serta menjaga aspek kebersihan. Kelayakan makanan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, jangan ada kompromi soal nutrisi anak,” tegasnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Dinas Pendidikan akan terus berkoordinasi dengan lintas instansi untuk memastikan target cakupan 100 persen bagi seluruh SD dan SMP di Palembang dapat tercapai dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan agar program MBG benar-benar menjadi solusi nyata bagi peningkatan taraf hidup dan kesehatan masyarakat secara luas.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.







