Memasuki bulan Syaban, umat Islam mulai fokus menyambut bulan puasa. Momen ini sering kali menjadi titik awal untuk menata niat dan membersihkan hati dari segala kekhilafan. Lalu, apa saja doa dan amalan sambut Ramadan?
Persiapan menyambut Ramadan tidak hanya sebatas fisik dan materi, tetapi juga melibatkan penguatan spiritual melalui rangkaian doa dan amalan. Hal ini sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat muslim Indonesia, terutama di Bumi Sriwijaya.
Doa-doa yang dibaca pada bulan Syaban bukan sekadar deretan kata, melainkan bentuk permohonan agar dapat diberikan kekuatan, kesehatan, dan keberkahan untuk sampai ke bulan Ramadan.
Inilah rangkaian bacaan doa dan amalan di bulan Syaban sebagai pegangan untuk meraih Ramadan dengan penuh suka cita. Simak penjelasannya.
Syaban sering kali dianggap sebagai “bulan penghubung” yang posisinya berada di antara dua bulan agung, yakni Rajab dan Ramadan. Di balik itu, Syaban menyimpan keutamaan luar biasa yang menghadirkan waktu mustajab untuk berdoa.
Dilansir laman NU, Syaban merupakan bulan di mana seluruh catatan amal perbuatan manusia selama setahun diangkat dan dilaporkan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW juga memberikan perhatian khusus pada bulan ini dengan memperbanyak ibadah.
Hal tersebut didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i dan Abu Dawud, Rasulullah menjelaskan Syaban adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, padahal saat itulah amal-amal diangkat.
Berdoa di bulan Syaban dapat membantu seorang hamba mengikis sifat sombong dan dendam, sehingga ia memasuki bulan puasa dengan hati yang lapang dan bersih (tazkiyatun nafs).
Sebagaimana di dalam buku ‘Wawasan Al-Quran tentang Dzikir dan Doa (Edisi Baru)’ tulisan M Quraish Shihab, yang menyebutkan firman Allah SWT dalam Surat Ghafir ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ٦
Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina.”
Berikut adalah daftar doa yang lazim dibaca selama bulan Syaban sebagai bentuk kesiapan batin menyambut Ramadan:
Dihimpun dari buku ‘175 Doa dalam Keseharian Kita’ oleh Muhammad Azri Zulal bin Kholid Baraja, terdapat dua bacaan doa bulan Syaban shahih yang baik untuk diamalkan untuk menyambut bulan Syaban. Berikut adalah yang pertama:
اللَّهُمَّ أُدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيْطَانِ وَرِضْوَانِ مِنَ الرَّحْمَنِ
Arab Latin: Allahumma ad-khilhu ‘alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal islaam, wa jiwaarim minasy-syaithooni, wa ridhwanim minar rohmaani
Artinya: “Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan, dan Islam, juga lindungilah kami dari gangguan setan, dan agar kami mendapat ridha Allah (Ar-Rahman).” (HR. Al-Baghawi dalam Mu’jam Ash-Shahabah)
Saat hilal bulan Ramadan sudah tampak, maka doa berikut ini dianjurkan untuk diamalkan. Sebagaimana dikutip dari Thalhal bin ‘Ubaidullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat bulan sabit beliau mengucapkan:
اللَّهُمَّ أَهْلِلَهُ عَلَيْنَا بِالْيَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ الله
Araba Latin: Allahumma ahlilhu ‘alayna bilyumni wal iimaani wassalamati wal islaami. Rabbi wa rabbukallah
Artinya: “Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.” (HR. Ahmad, 1:162 dan Tirmidzi, no. 3451, dan Ad-Darimi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dikutip dari laman NU online, salah satu doa yang sangat populer sejak bulan Rajab hingga Syaban adalah memohon keberkahan agar disampaikan usia hingga bulan Ramadan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab Latin: Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana, wa ballighnaa Ramadhaana.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah usia kami hingga bulan Ramadan.”
Doa ini adalah permohonan agar diberi keberkahan, kesehatan, dan umur panjang untuk bisa bertemu serta beribadah di bulan Ramadan yang mulia.
Saat mendekati akhir Syaban atau saat melihat hilal, terdapat doa yang diajarkan untuk memohon keselamatan dan keimanan.
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Arab Latin: Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islami rabbi wa rabbukallahu.
Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”
Selain melantunkan doa-doa persiapan, masyarakat di Sumsel bisa melengkapi persiapan spiritual mereka dengan berbagai aktivitas nyata. Amalan-amalan ini berfungsi sebagai bentuk sinkronisasi antara niat di dalam hati dengan tindakan lahiriah. Berikut adalah pendalamannya:
Bulan Syaban merupakan momentum bagi umat Muslim untuk melakukan pemanasan fisik dan mental. Bagi infoers, berpuasa di bulan Syaban bukan hanya soal meraih pahala, tetapi juga cara efektif agar tubuh tidak kaget saat memasuki 1 Ramadan nanti.
Dengan berpuasa sunnah, ritme pencernaan dan stamina tubuh akan lebih terbiasa dengan pola makan dua kali sehari (sahur dan buka), sehingga ibadah puasa wajib dapat dijalankan dengan lebih prima.
Bulan Syaban merupakan batas waktu terakhir bagi siapa saja yang masih memiliki tanggungan hutang puasa Ramadan tahun sebelumnya.
Dilansir dari buku Fikih Puasa Praktis oleh Muhammad Bagir, sangat disarankan untuk segera menyelesaikan kewajiban ini sebelum hilal Ramadan tampak. Hal ini menjadi pengingat penting bagi kita agar tidak memasuki bulan suci yang baru dalam keadaan masih memikul utang kewajiban dari tahun yang lalu.
Amalan yang juga penting dalam bulan Syaban ini adalah mulai meningkatkan frekuensi membaca Al-Qur’an. Amalan ini sangat krusial untuk membangun kedekatan batin dengan kitab suci, sehingga target khataman Al-Qur’an di bulan Ramadan nantinya terasa lebih ringan untuk dicapai.
Meskipun berkunjung biasanya identik dengan Idul Fitri, di Palembang, silaturahmi sebelum Ramadan (saat Ruwahan) juga dianggap krusial.
Membersihkan hati tidak akan sempurna tanpa adanya permohonan maaf kepada sesama manusia. Melalui momen Ruwahan atau pertemuan di masjid, masyarakat biasanya saling berjabat tangan dan meminta maaf atas segala khilaf.
Hal ini selaras dengan prinsip bahwa ibadah puasa akan lebih bermakna jika dijalankan dalam kondisi hati yang lapang, tanpa menyimpan dendam atau ganjalan kepada orang lain.
Mempersiapkan hati menuju bulan suci adalah langkah awal yang sangat krusial bagi setiap muslim. Melalui rangkaian doa, amalan puasa sunnah, hingga tradisi berbagi di bulan Syaban, semua umat muslim diajarkan untuk tidak hanya mengejar pahala secara instan saat Ramadan tiba, tetapi juga menghargai setiap proses persiapannya.
Nah, itulah daftar doa dan amalan persiapan Ramadan di bulan Syaban untuk infoers semua. Selamat mempersiapkan diri dan selamat menyambut bulan suci Ramadan, infoers!
Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Keutamaan Doa di Bulan Syaban
Daftar Doa di Bulan Syaban
1. Doa Bulan Syaban
2. Doa Sambut Ramadan
3. Doa Memohon Keberkahan
4. Doa Menyambut Hilal (Awal Ramadan)
Amalan di Bulan Syaban
1. Memperbanyak Puasa Sunnah Syaban
2. Melunasi Kewajiban Tanggungan Puasa (Qadha)
3. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
4. Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Berikut adalah daftar doa yang lazim dibaca selama bulan Syaban sebagai bentuk kesiapan batin menyambut Ramadan:
Dihimpun dari buku ‘175 Doa dalam Keseharian Kita’ oleh Muhammad Azri Zulal bin Kholid Baraja, terdapat dua bacaan doa bulan Syaban shahih yang baik untuk diamalkan untuk menyambut bulan Syaban. Berikut adalah yang pertama:
اللَّهُمَّ أُدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيْطَانِ وَرِضْوَانِ مِنَ الرَّحْمَنِ
Arab Latin: Allahumma ad-khilhu ‘alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal islaam, wa jiwaarim minasy-syaithooni, wa ridhwanim minar rohmaani
Artinya: “Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan, dan Islam, juga lindungilah kami dari gangguan setan, dan agar kami mendapat ridha Allah (Ar-Rahman).” (HR. Al-Baghawi dalam Mu’jam Ash-Shahabah)
Saat hilal bulan Ramadan sudah tampak, maka doa berikut ini dianjurkan untuk diamalkan. Sebagaimana dikutip dari Thalhal bin ‘Ubaidullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat bulan sabit beliau mengucapkan:
اللَّهُمَّ أَهْلِلَهُ عَلَيْنَا بِالْيَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ الله
Araba Latin: Allahumma ahlilhu ‘alayna bilyumni wal iimaani wassalamati wal islaami. Rabbi wa rabbukallah
Artinya: “Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.” (HR. Ahmad, 1:162 dan Tirmidzi, no. 3451, dan Ad-Darimi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Dikutip dari laman NU online, salah satu doa yang sangat populer sejak bulan Rajab hingga Syaban adalah memohon keberkahan agar disampaikan usia hingga bulan Ramadan.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab Latin: Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana, wa ballighnaa Ramadhaana.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah usia kami hingga bulan Ramadan.”
Doa ini adalah permohonan agar diberi keberkahan, kesehatan, dan umur panjang untuk bisa bertemu serta beribadah di bulan Ramadan yang mulia.
Saat mendekati akhir Syaban atau saat melihat hilal, terdapat doa yang diajarkan untuk memohon keselamatan dan keimanan.
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Arab Latin: Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islami rabbi wa rabbukallahu.
Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”
Selain melantunkan doa-doa persiapan, masyarakat di Sumsel bisa melengkapi persiapan spiritual mereka dengan berbagai aktivitas nyata. Amalan-amalan ini berfungsi sebagai bentuk sinkronisasi antara niat di dalam hati dengan tindakan lahiriah. Berikut adalah pendalamannya:
Bulan Syaban merupakan momentum bagi umat Muslim untuk melakukan pemanasan fisik dan mental. Bagi infoers, berpuasa di bulan Syaban bukan hanya soal meraih pahala, tetapi juga cara efektif agar tubuh tidak kaget saat memasuki 1 Ramadan nanti.
Dengan berpuasa sunnah, ritme pencernaan dan stamina tubuh akan lebih terbiasa dengan pola makan dua kali sehari (sahur dan buka), sehingga ibadah puasa wajib dapat dijalankan dengan lebih prima.
Bulan Syaban merupakan batas waktu terakhir bagi siapa saja yang masih memiliki tanggungan hutang puasa Ramadan tahun sebelumnya.
Dilansir dari buku Fikih Puasa Praktis oleh Muhammad Bagir, sangat disarankan untuk segera menyelesaikan kewajiban ini sebelum hilal Ramadan tampak. Hal ini menjadi pengingat penting bagi kita agar tidak memasuki bulan suci yang baru dalam keadaan masih memikul utang kewajiban dari tahun yang lalu.
Amalan yang juga penting dalam bulan Syaban ini adalah mulai meningkatkan frekuensi membaca Al-Qur’an. Amalan ini sangat krusial untuk membangun kedekatan batin dengan kitab suci, sehingga target khataman Al-Qur’an di bulan Ramadan nantinya terasa lebih ringan untuk dicapai.
Meskipun berkunjung biasanya identik dengan Idul Fitri, di Palembang, silaturahmi sebelum Ramadan (saat Ruwahan) juga dianggap krusial.
Membersihkan hati tidak akan sempurna tanpa adanya permohonan maaf kepada sesama manusia. Melalui momen Ruwahan atau pertemuan di masjid, masyarakat biasanya saling berjabat tangan dan meminta maaf atas segala khilaf.
Hal ini selaras dengan prinsip bahwa ibadah puasa akan lebih bermakna jika dijalankan dalam kondisi hati yang lapang, tanpa menyimpan dendam atau ganjalan kepada orang lain.
Mempersiapkan hati menuju bulan suci adalah langkah awal yang sangat krusial bagi setiap muslim. Melalui rangkaian doa, amalan puasa sunnah, hingga tradisi berbagi di bulan Syaban, semua umat muslim diajarkan untuk tidak hanya mengejar pahala secara instan saat Ramadan tiba, tetapi juga menghargai setiap proses persiapannya.
Nah, itulah daftar doa dan amalan persiapan Ramadan di bulan Syaban untuk infoers semua. Selamat mempersiapkan diri dan selamat menyambut bulan suci Ramadan, infoers!
Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







