DPR RI Sentil Tambang Emas Ilegal Jambi, Desak KemenESDM Turun Tangan

Posted on

Anggota DPR RI dapil Jambi Rocky Chandra menyetil soal kasus tambang emas ilegal di Kabupaten Sarolangun Jambi yang memakan korban jiwa. Dia membahas soal kejadian itu dalam rapat kerja (raker) bersama Menteri ESDM Bahlil.

“Bapak Menteri pada 2 minggu lalu itu ada kejadian PETI (pertambangan emas tanpa izin) hampir 11 orang meninggal di Pongkor, lalu 2 hari yang lalu pak Menteri di Sarolangun Jambi pak Menteri itu ada 8 orang yang meninggal, akibat PETI. Pertanyaannya harus berapa orang lagi yang menjadi korban untuk ini bisa diterbitkan,” kata Rocky dalam rapat itu dilihat infoSumbagsel, Kamis (22/1/2026).

Rocky yang juga duduk di Komisi VII DPR RI itu mengaku bahwa kejadian PETI di Jambi sudah semakin meresahkan. Selain sulit diterbitkan tentunya PETI sudah merugikan dan merusak lingkungan.

Namun begitu, kata Rocky, penertiban soal PETI bukan hanya untuk diberantas melainkan dicarikan solusi. Dia menyebut, bahwa di Kementerian ESDM mestinya harus segera melakukan upaya agar persoalan PETI ini tidak berlarut-larut dibiarkan agar Pemerintah tidak tutup mata.

“Apalagi yang ditunggu pak Menteri, Dirjen Gakkum sudah ada, jadi kami minta supaya PETI ini dicarikan jalan keluarnya. Ini aturan nya mungkin sudah ada kali ya, tapi juga mesti harus diterbitkan lagi bagaimana langkahnya apa harus bekerjasama dengan Antam atau bagaimana, itu silahkan lagi bagaimana Pak Menteri untuk memformulasikan bagaimana pola sistemnya asal sesuai aturan,” ujar Rocky.

Rocky juga mengatakan agar permasalahan PETI ini bisa diselesaikan secepatnya. Apalagi, jika dibiarkan maka setiap kali akan ditindak selalu ada saja penghalangnya. Mulai dari warga yang berontak hingga menjadi konflik sosial yang tentu merugikan banyak pihak.

“Dulu juga ada Bupati di Jambi yang melakukan razia PETI bersama polisi, tetapi dihalang preman. Nah ini yang bahaya nya apakah harus seperti ini terus, maka ini sudah harus ada kebijakan lalu harus ada ketegasan dari Kementerian ESDM melalui Gakkum nya untuk bisa mencarikan jalan keluar secepatnya terhadap PETI,” terang Rocky.

Sementara, saat dihubungi Legislator partai Gerindra ini juga menyampaikan bahwa sejauh ini persoalan PETI di Jambi dan daerah manapun sangat lemah pengawasan dan belum tertatanya pertambangan rakyat. Dia menilai bahwa penertiban dengan cara razia untuk memberantas PETI tidak akan menjadi selesai ke akar bahkan sering terus berulang.

“Ini kan soal periuk nasi, soal perut maka susah kalau kita minta untuk tegas maka akan berdampak bagi masyarakat yang selama ini bergantung hidup di sana. Tetapi kalau kita biarkan maka akan merugikan pula terutama ekosistem hayati, lingkungan yang tercemar, maka pentingnya jadikan ini pertambangan rakyat,” kata Rocky.

Rocky juga menyampaikan agar persoalan PETI harus secepatnya diatur agar sama-sama tidak merugikan. Dia berharap setelah adanya aturan tambang rakyat buat pengeboran minyak ilegal, maka urusan PETI juga diatur pula agar persoalan yang seperti ini tidak terus terulang,” sebut Rocky.

Selain itu, dia juga menegaskan, untuk tragedi PETI yang menewaskan belasan pekerja disebut menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera bertindak tegas untuk mencarikan jalan keluar yang menguntungkan bagi semua pihak. Namun dirinya juga meminta untuk persoalan kejadian tersebut juga mesti diusut oleh kepolisian hingga sampai regulasi tersebut sudah benar-benar diatur.

“Yang pasti saya di sini meminta agar pihak polisi secepatnya bertindak soal siapa pemilik tambang itu agar bisa diusut tuntas. Jangan sampai hanya menewaskan pekerja, yang pemilik tambang lepas tangan, karena ini juga belum ada regulasi yang jelas, tetapi saya tetap menekankan agar kedepan solusi yang baik bisa diberikan dalam hal PETI ini,” ucap Rocky.

Diketahui, saat ini pencarian penambang emas ilegal yang tertimbun longsor di Sarolangun, Jambi, dihentikan polisi. Hal itu setelah polisi memastikan tidak ada pekerja lagi yang tertimbun.

“Pencarian dihentikan karena tidak ada penambahan korban. Sementara masih delapan orang meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Erlan Munaji.

Sejauh ini, polisi menyebut ada 12 pekerja tambang menjadi korban longsor PETI, dimana delapan tewas dan empat orang terluka. Polda Jambi menurunkan 132 personel dari Brimob, Samapta, K9, dibantu gabungan dari BPBD, Damkar dan Satpol PP dalam pencarian korban jiwa sebelumnya.