Wakil Ketua DPRD Jambi Faizal Riza kembali dipercaya untuk kembali memimpin Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jambi. Ia dipercaya melanjutkan kursi ketua untuk periode 2026-2031 setelah sebelumnya sempat memimpin Dekopinwil Jambi.
Usai terpilih, Faizal Riza berkomitmen jika Dekopinwil Jambi akan mengawal dan memperkuat terus peran koperasi demi mendukung percepatan Program Strategis Nasional (PSN). Bahkan, di sektor perkoperasian, khususnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi prioritas penting untuk mensukseskan program pemerintah pusat di Jambi.
“Seperti yang kita ketahui, bahwa program pemerintah saat ini terkait dengan koperasi desanya dan kelurahan merah putih, tentu kita akan fokus membantu program nasional dari pak Presiden itu. Dekopinwil akan terus melakukan percepatan dan berusaha memfasilitasi kawan-kawan KDMP yang masih memiliki kendala administrasi atau kendala lainnya di Jambi,” kata Faizal Riza, Selasa (27/1/2026)
Musyawarah Wilayah Dekopinwil Jambi ini digelar di Rumah Dinas Gubernur Jambi. Muswil Dekopinwil ini dilakukan secara musyawarah dengan diikuti secara daring dan dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono.
Faizal Riza menyebut bahwa koperasi memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, terutama di tengah pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan pengembangan kawasan industri di Jambi. Dengan terpilihnya kembali jadi Ketua Dekopinwil sinergi antara koperasi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat.
“Jadi ini penting peningkatan kapasitas dan tata kelola koperasi agar mampu beradaptasi dengan dinamika pembangunan nasional. Dekopinwil Jambi, akan fokus pada penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta pendampingan koperasi agar lebih produktif dan berdaya saing,” ujar dia.
Faizal Riza menegaskan dengan ditunjuk kembali dirinya menjadi Ketua Dekopinwil Jambi dapat menjaga kesinambungan program pusat. Bahkan politisi muda Partai Gerindra ini juga sekaligus memastikan bahwa koperasi turut mengambil peran nyata dalam mendukung agenda pembangunan nasional di daerah Jambi.
Faizal Riza juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini di Jambi telah terbentuk sebanyak 1.985 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih. Jumlah itu kata dia menjadi fokus bersama antara Pemerintah Provinsi Jambi dan Dekopinwil agar koperasi-koperasi tersebut dapat beroperasi secara aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dari 1.985 koperasi desa dan kelurahan yang sudah terbentuk, ini menjadi fokus Pemprov Jambi bersama Dekopinwil untuk koperasi ini bisa bekerja secara aktif, agar berdampak langsung bagi masyarakat, ” ujar Faizal Riza.
Faizal Riza menambahkan, pembinaan tidak hanya difokuskan pada KDMP, tetapi juga mencakup seluruh koperasi yang ada di Provinsi Jambi. Menurutnya, kehadiran program koperasi dari pusat justru menjadi momentum untuk membenahi dan mengaktifkan kembali koperasi-koperasi yang selama ini belum berjalan optimal.
“Jadi disini kami Dekopinwil terus melakukan pembinaan bukan cuma KDMP saja, akan tetapi seluruh koperasi yang ada di Jambi. Dengan adanya program dari pusat, ini akan menjadi prioritas kami ke depan,” tegasnya.
Sementara, secara daring, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa Muswil Dekopin merupakan forum strategis dalam menyatukan kembali gerakan koperasi nasional. Ia menyebut, di bawah kepemimpinan saat ini, Dekopin mulai menunjukkan tanda-tanda soliditas dan siap menjadi mitra utama pemerintah dalam menghidupkan kembali koperasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Dekopin bersama Kementerian Koperasi akan menjadi instrumen penting untuk menuntaskan cita-cita para pendiri bangsa. Koperasi harus kembali menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” tegas Ferry.
Menteri Ferry juga memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Provinsi Jambi yang dinilai cepat dan solid dalam mendukung pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga saat ini, tercatat 1.584 Kopdes Merah Putih telah terbentuk di Jambi.
“Ini pencapaian luar biasa. Jambi termasuk yang tercepat dalam menyelesaikan pembentukan badan hukum Koperasi Desa Merah Putih. Selamat untuk Pak Gubernur dan seluruh jajaran,” ujarnya.
Secara nasional, kata Ferry, telah terinventarisir lebih dari 45 ribu titik tanah siap bangun, dengan 28 ribu titik saat ini dalam proses pembangunan. Ditargetkan pada Maret-April 2026, sekitar 30 ribu Kopdes Merah Putih telah siap beroperasi secara fisik.
“Sekarang waktunya masyarakat desa tidak hanya jadi konsumen, tapi produsen. Koperasi harus menjadi wadah produksi, distribusi, dan pemasaran produk UMKM lokal,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan berbagai langkah konkret, mulai dari pelatihan pendamping koperasi hingga pelatihan ketua-ketua Kopdes Merah Putih sejak 2025.
“Alhamdulillah, banyak koperasi di Jambi yang bisnisnya sudah berjalan. Jual pupuk, alsintan, sembako, LPG saja sudah untung. Tinggal penyempurnaan gerai yang sedang dibangun,” ujar Al Haris.
Menurutnya, keberadaan koperasi akan memperkuat distribusi kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga, serta membantu pengendalian inflasi daerah. Ia juga menegaskan peran aktif Dekopin Jambi sebagai wadah konsolidasi koperasi rakyat.
“Kami siap mengawal program Asta Cita Presiden Prabowo melalui koperasi. Ini ikhtiar membangun ekonomi rakyat dari desa,” tutup Al Haris.
