Sejumlah harga bahan pangan di Kota Palembang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan paling terlihat pada komoditas cabai dan ayam potong.
Pantauan infoSumbagsel pada Senin (26/1/2026) di Pasar Jakabaring Palembang. Salah satu pedagang cabai di Pasar Jakabaring, Erwin (50), mengatakan harga cabai merah keriting mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Jika sebelumnya dijual Rp 26 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp. 30 ribu per kilogram. Harga cabai merah keriting naik karena stok susah,” katanya, kepada infoSumbagsel.
Sementara itu, harga cabai lainnya terpantau relatif stabil. Cabai keriting hijau masih bertahan di harga Rp 20 ribu per kilogram, cabai burung Rp 44 ribu per kilogram, dan cabai rawit Rp 44 ribu per kilogram. Namun, cabai merah keriting mengalami kenaikan dari Rp 24 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong. Pedagang ayam potong di Pasar Jakabaring, Lia (55), menjelaskan bahwa harga ayam sempat turun di angka Rp 32 ribu per kilogram, namun kini kembali naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
“Sekarang ayam potong naik lagi,” katanya.
Selain ayam utuh, harga ceker ayam dijual Rp 20 ribu per kilogram, dan ati ayam Rp 15 ribu per kilogramnya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Untuk harga pada daging sapi, pedagang daging sapi di sana, Abu Bakar (69), mengatakan harga daging sapi masih berada di kisaran Rp 130 ribu per kilogram. Sedangkan tulang sapi dijual Rp90 ribu per kilogram. Hingga saat ini, ia mengaku belum mengetahui adanya kenaikan harga daging sapi.
Selain cabai dan ayam potong, harga bawang juga menunjukkan tren kenaikan.
Lukman (60), Pedagang bawang di sana, menyebutkan bawang putih saat ini dijual Rp 32 ribu per kilogram. Bawang merah Brebes berada di harga Rp 34 ribu per kilogram, bawang merah biasa Rp 30 ribu per kilogram, dan bawang bombai Rp 30 ribu per kilogram.
“Iya sementara harga bawang segitu, kalo ini bawang Pakistan, sekarang harganya Rp 24 ribu per kilo. Kalau bawang putih kupas naik, dari Rp 32 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram. Nah, untuk bawang goreng mencapai Rp 100 ribu per kilogramnya,” kata Lukman.
Sementara itu, Dinas Perdagangan Palembang mengimbau masyarakat agar bijaksana dalam berbelanja menjelang Ramadan, seiring adanya kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Kota Palembang.
Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Disdag Kota Palembang, Elsa Noviani, mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan, seperti cabai, bawang, dan ayam potong, dalam kegiatan monitoring rutin di sejumlah pasar, seperti Pasar Km 5, Pasar 10 Ulu, Pasar 16 Ilir, Pasar Lemabang, dan Pasar Soak Batu.
“Jadi kami di Disdag ini, rutin melakukan monitoring harga pangan, kami mencatat bahwa, di lima pasar pantau utama, yaitu Pasar Km 5, Pasar 10 Ulu, Pasar 16 Ilir, Pasar Lemabang, dan Pasar Soak Bato, terdapat beberapa komoditas diprediksi akan mengalami fluktuasi harga akibat tingginya permintaan dan faktor cuaca,” katanya.
Ia menjelaskan tingginya permintaan tersebut kemungkinan diakibatkan saat ini telah mendekati bulan puasa Ramadan.
“Harga pangannya naik itu karena sudah dekat dengan bulan puasa Ramadan, masyarakat kita itu kan saat Ramadan biasanya menyiapkan menu-menu yang harus ada di rumah, jadi ibu-ibu di rumah ada yang sengaja mengumpulkan stok pangan,” ujar Elsa.
“Kemudian cuaca Kota Palembang saat ini sedang memburuk, kadang panas kadang hujan, jadi hal tersebut menghambat suplai stok dari agen atau dari petani,” sambungnya.
Elsa juga menuturkan, bahwa pihaknya pihaknya melakukan monitoring sebagai bagian dari upaya untuk menstabilkan harga pangan.
“Iya kalau kita di Disdag ini kan sifatnya monitoring harga, jadi apabila terjadi kenaikan kita akan menemui distributor langsung, sebagai upaya untuk menstabilkan kembali kenaikan harga,” ungkapnya.
Lanjut Elsa, Ia turut menghimbau kepada Ibu rumah tangga, agar bijaksana dalam menyikapi sejumlah kenaikan harga pangan di Kota Palembang
Ia meyakinkan warga, bahwa saat menjelang Ramadan hingga Idulfitri nantinya stok pangan tersebut tetap tersedia.
“Jadi untuk Ibu-ibu di rumah, mari kita siasati, kita bijak belanja. Walaupun harga saat ini naik, yang penting kita belinya sesuai dengan kebutuhan. Jadi tidak usah panik karena takut harga naik. Ketersediaan pangan kita, tetap ada, stok untuk ke depan saat bulan Ramadan sampai dengan Idulfitri cukup,” tukasnya.
Artikel ini ditulis oleh Aldekum Fatih Rajih, peserta magang Prima PTKI Kementerian Agama RI.







