Pria berinisial DW (48), yang diamuk massa karena diduga mencabuli bocah laki-laki di Kota Jambi, Jambi, ternyata sudah berulang kali melakukan aksinya. Modusnya yakni mengiming-imingi korban dengan memberi uang Rp30 ribu.
Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi. Pelaku ditangkap warga pada Minggu (11/1/2026) sekira pukul 21.00 WIB.
Kasi Humas Polresta Jambi Ipda Deddy Haryadi mengatakan aksi pencabulan terjadi di rumah diduga pelaku. Pelaku meminta korban merupakan siswa SMP berinisial D, untuk melakukan aktivitas tak senonoh hingga menyodomi korban.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
“Korban dibawa masuk ke rumah terlapor, kemudian terlapor memberikan uang Rp30.000,” kata Deddy, Senin (12/1/2025).
Aksi pencabulan itu dilakukan sejak Desember 2025. Selanjutnya, pada Januari 2026, korban sempat berkelahi dengan pelaku. Korban pun akhirnya menceritakan kejadian itu ke orang tuanya.
“Kejadian yang sama terjadi berulang kali sepanjang bulan Desember 2025 hingga 4 kali,” jelasnya.
Atas kejadian itu, orang tua korban telah melaporkan kejadian itu ke Polresta Jambi. Sebelum diamankan polisi, pelaku sendiri sempat ditangkap warga hingga diamuk massa.
Ketua RT setempat, Herman, mengatakan aksi pencabulan itu terungkap setelah pelaku datang ke masjid. Ketika itu, korban D sedang latihan kompangan bersama teman-temannya mengaku bahwa dirinya pernah dicabuli oleh pria dewasa tersebut.
“Jadi, malam itu anak- anak ini main (latihan) hadroh dan kompangan di masjid. ‘Ini bapak yang aku cari’ kata si korban,” kata Herman, Senin.
Malam itu, kata Herman, sempat terjadi keributan antara pelaku dan korban. Sejumlah warga malam itu juga kebetulan sedang rapat di masjid. Terduga pelaku pun kabur ke tempat pangkas rambut di sekitar lokasi.
Pelaku pun ditangkap warga di pangkas rambut tersebut. Tak lama kemudian, pelaku dibawa ke pos ronda lingkungan untuk menghindari amukan massa.
Namun, warga yang sudah geram menyeret pelaku ke luar pos ronda dan memukulinya. Pelaku pun mengalami luka-luka di kepalanya.
“Dia (pelaku) luka di kepala, sampai bercucuran darah, ada yang bawa parang, dilempar helm pas lagi duduk itu,” ujar Heman.
Herman menyebut pelaku memang sempat tinggal di lingkungannya. Namun, beberapa bulan terakhir, pelaku telah pindah kontrakan. Dia menyebut bawa pelaku sehari-hari bekerja di Kantor Pajak.
“Dia kerja di Pajak. Warga sini kan lapor pakai KK dan KTP,” terangnya.







