Kapan Waktu Terbaik Membaca Sholawat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Posted on

Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu ibadah yang paling istimewa dalam Islam. Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah, sholawat juga menjadi kunci pembuka pintu langit agar doa-doa kita dikabulkan oleh Allah SWT.

Namun, tahukah infoers bahwa ada waktu-waktu tertentu yang dianggap paling mustajab dan utama untuk melantunkan sholawat?

Dalam artikel ini, infoSumbagsel akan mengupas tuntas kapan saja waktu terbaik membaca sholawat agar infoers bisa meraih pahala yang maksimal. Yuk simak!

Sebelum membahas soal waktu, infoers perlu memahami bahwa perintah bersholawat datang langsung dari Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمً

Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Berbeda dengan ibadah lain, Allah SWT dan para malaikat-Nya pun bersholawat kepada Nabi. Hal ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan Nabi Muhammad SAW.

Bagi infoers yang rutin mengamalkannya, sholawat berfungsi sebagai penghapus dosa, pengangkat derajat, dan pemberi ketenangan batin.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi NU Online, membaca sholawat adalah satu-satunya amal yang pasti diterima oleh Allah SWT karena kehormatan sosok yang disholawati, yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW.

Berikut adalah rincian waktu-waktu utama yang sangat dianjurkan bagi infoers untuk memperbanyak bacaan sholawat:

Ini adalah waktu yang paling utama di antara semua waktu lainnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa hari Jumat adalah penghulu segala hari, dan beliau meminta umatnya untuk memperbanyak sholawat pada hari tersebut. Nah, infoers bisa mulai mengamalkannya sejak Kamis malam atau malam Jumat hingga terbenam matahari di hari Jumat.

Ketika ada orang lain menyebut nama Muhammad atau Rasulullah SAW, infoers sangat dianjurkan untuk segera menyahut dengan sholawat minimal Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Orang yang tidak bersholawat saat nama Nabi disebut seringkali dijuluki sebagai orang yang paling bakhil atau kikir.

Waktu di antara adzan dan iqamah adalah waktu mustajab untuk berdoa. Sebelum infoers memanjatkan keinginan pribadi, sangat baik jika diawali dan diakhiri dengan sholawat agar doa tersebut lebih cepat naik ke langit.

Masjid adalah rumah Allah. Ketika infoers melangkahkan kaki masuk, disunnahkan membaca sholawat beserta doa masuk masjid. Begitu pula saat keluar, sholawat menjadi penyempurna ibadah yang baru saja dilakukan di dalam masjid.

Membaca sholawat merupakan salah satu rukun shalat. Tanpa membaca sholawat pada tasyahud akhir, shalat infoers tidak akan sah. Ini menunjukkan betapa sholawat menyatu dalam inti ibadah harian umat Islam.

Jangan terburu-buru beranjak setelah salam. infoers sebaiknya meluangkan waktu sejenak untuk berzikir dan bersholawat. Hal ini akan membantu menyempurnakan kekurangan-kekurangan kecil yang mungkin terjadi selama pelaksanaan shalat tadi.

Salah satu referensi kitab yang sangat masyhur di kalangan santri dan warga Nahdliyin adalah kitab Dalailul Khairat karya Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli.

Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa sholawat dapat menjadi cahaya di atas shiroth atau jembatan kelak di hari kiamat. Selain itu, merujuk pada buku Mukasyafatul Qulub karya Imam Al-Ghazali, disebutkan bahwa sholawat adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah ketika hati sedang merasa jauh atau gundah.

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).

Bayangkan jika infoers konsisten membaca sholawat 100 kali sehari, berapa banyak rahmat yang akan turun menyertai langkah infoers?

Mungkin infoers sering merasa sibuk sehingga lupa bersholawat. Berikut tips sederhana yang bisa infoers terapkan.

Kalian bisa menggunakan tasbih digital atau manual untuk menghitung jumlah sholawat agar mencapai target harian tertentu.

Saat menunggu transportasi umum, terjebak macet, atau sedang antre, infoers bisa melantunkan sholawat di dalam hati.

Gunakan aplikasi pengingat di ponsel agar infoers teringat untuk bersholawat di waktu-waktu utama seperti pagi dan sore.

Jika infoers merasa sholawat yang panjang sulit dihafal, cukup baca Shallallahu ‘ala Muhammad. Pendek namun pahalanya tetap luar biasa.

Membaca sholawat bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan kebutuhan ruhani bagi setiap Muslim. Dengan mengetahui waktu-waktu terbaik seperti yang telah dijelaskan di atas, diharapkan infoers bisa lebih bersemangat dalam membasahi lisan dengan pujian kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Semoga dengan istiqomah bersholawat, segala urusan infoers dimudahkan, rezeki dilancarkan, dan kelak mendapatkan syafaat di hari akhir. Apakah infoers sudah bersholawat hari ini? Jika belum, yuk mulai sekarang dengan bacaan yang paling sederhana!

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.

Mengapa Membaca Sholawat Itu Penting?

Waktu Terbaik Membaca Sholawat

1. Hari Jumat dan Malam Jumat

2. Saat Mendengar Nama Nabi Disebut

3. Di Antara Adzan dan Iqamah

4. Saat Memasuki dan Keluar Masjid

5. Di Dalam Shalat atau Tahiyat Akhir

6. Setelah Melaksanakan Salat Fardhu

Keutamaan Membaca Sholawat

Tips Konsisten Bersholawat Bagi infoers

1. Gunakan Alat Bantu

2. Manfaatkan Waktu Luang

3. Pasang Pengingat

4. Pilih Sholawat Singkat

Jangan terburu-buru beranjak setelah salam. infoers sebaiknya meluangkan waktu sejenak untuk berzikir dan bersholawat. Hal ini akan membantu menyempurnakan kekurangan-kekurangan kecil yang mungkin terjadi selama pelaksanaan shalat tadi.

Salah satu referensi kitab yang sangat masyhur di kalangan santri dan warga Nahdliyin adalah kitab Dalailul Khairat karya Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli.

Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa sholawat dapat menjadi cahaya di atas shiroth atau jembatan kelak di hari kiamat. Selain itu, merujuk pada buku Mukasyafatul Qulub karya Imam Al-Ghazali, disebutkan bahwa sholawat adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah ketika hati sedang merasa jauh atau gundah.

“Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).

Bayangkan jika infoers konsisten membaca sholawat 100 kali sehari, berapa banyak rahmat yang akan turun menyertai langkah infoers?

Mungkin infoers sering merasa sibuk sehingga lupa bersholawat. Berikut tips sederhana yang bisa infoers terapkan.

Kalian bisa menggunakan tasbih digital atau manual untuk menghitung jumlah sholawat agar mencapai target harian tertentu.

Saat menunggu transportasi umum, terjebak macet, atau sedang antre, infoers bisa melantunkan sholawat di dalam hati.

Gunakan aplikasi pengingat di ponsel agar infoers teringat untuk bersholawat di waktu-waktu utama seperti pagi dan sore.

Jika infoers merasa sholawat yang panjang sulit dihafal, cukup baca Shallallahu ‘ala Muhammad. Pendek namun pahalanya tetap luar biasa.

Membaca sholawat bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan kebutuhan ruhani bagi setiap Muslim. Dengan mengetahui waktu-waktu terbaik seperti yang telah dijelaskan di atas, diharapkan infoers bisa lebih bersemangat dalam membasahi lisan dengan pujian kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Semoga dengan istiqomah bersholawat, segala urusan infoers dimudahkan, rezeki dilancarkan, dan kelak mendapatkan syafaat di hari akhir. Apakah infoers sudah bersholawat hari ini? Jika belum, yuk mulai sekarang dengan bacaan yang paling sederhana!

Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.

6. Setelah Melaksanakan Salat Fardhu

Keutamaan Membaca Sholawat

Tips Konsisten Bersholawat Bagi infoers

1. Gunakan Alat Bantu

2. Manfaatkan Waktu Luang

3. Pasang Pengingat

4. Pilih Sholawat Singkat