Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah merupakan program pemerintah untuk memberikan akses gratis ke perguruan tinggi negeri bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Informasi KIP Kuliah 2026 penting untuk diketahui agar bisa melakukan pendaftaran.
Dilansir laman KIP Kuliah Kemendiktisaintek, mahasiswa yang memperoleh KIP-K akan menerima bantuan selama 8 semester dengan total dana sebesar Rp 33,6 Juta untuk mahasiswa Strata 1.
Untuk mahasiswa D3 memiliki tenggat maksimal studi selama 6 semester dengan total dana sebesar Rp 25,2 juta, D2 maksimal tenggat studi selama 4 semester dan total dana sebesar Rp 16,8 juta, yang terakhir D1 dengan maksimal masa studi 2 semester serta total dana sebesar Rp 8,4 Juta.
Sedangkan, untuk mahasiswa yang mengikuti program profesi seperti dokter, dokter gigi, dan dokter hewan akan memperoleh bantuan sebesar Rp 16,8 juta dan untuk profesi perawat, apoteker, dan guru akan menerima bantuan sebesar Rp 8,4 Juta.
Berikut infoSumbagsel rangkum cara mendaftar, syarat pendaftaran, keunggulan dan jadwal pendaftaran KIP-K. Yuk disimak!
Untuk mendaftar program KIP Kuliah, infoers harus perhatikan beberapa langkah-langkah berikut, diantaranya:
Tahap pertama yang harus dilakukan adalah melakukan registrasi akun melalui situs resmi yang bisa diakses melalui link kip-kemendibud.go.id, bisa menggunakan google, safari atau browser lain yang infoers gunakan. Setelah masuk, masukan NIK NPSN, NISN dan email aktif untuk membuat akun.
Setelah melakukan registrasi, sistem akan melakukan verifikasi terhadap data infoer, apakah terdaftar melalui DTKS atau DAPODIK. Jika data yang dimasukan valid dan sesuai, infoers akan menerima nomor pendaftaran dan kode untuk mengakses portal melalui email yang digunakan untuk registrasi.
Setelah terverifikasi, sistem akan meminta infoers untuk melakukan login ulang menggunakan nomor dan kode akses. Setelah masuk ke halaman utama, isi data lengkap dengan teliti, berikut data yang harus diisi:
Setelah selesai mengisi pendaftaran dan menyesuaikan data yang diminta oleh sistem, infoers harus memilih jalur masuk perguruan tinggi yang akan digunakan seperti SNBP atau SNBT. Setelah memilih, sistem akan otomatis melakukan sinkronisasi data penerimaan mahasiswa baru nasional.
Jika dinyatakan lulus dan diterima oleh perguruan tinggi, infoers harus melakukan verifikasi berkas ekonomi, usulan nama ini akan segera dikirimkan ke Puspalapdik untuk penetapan sebagai penerima KIP Kuliah.
Biasanya setiap kampus memiliki peraturan tersendiri untuk penerimaan mahasiswa KIP K, lakukanlah pengecekan dan informasi secara berkala melalui universitas yang infoers pilih. Sebagai contoh UIN Raden Fatah Palembang memiliki aturan khusus seperti calon penerima bantuan harus memiliki kartu KIP secara fisik dan wajib mengikuti Mahad atau sistem asrama selama satu tahun penerimaan.
Dikutip melalui laman kip-kuliah.kemendiktidaintek untuk dapat dinyatakan sebagai penerima bantuan KIP K, infoers harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan berikut, yaitu:
Berikut dokumen yang harus diperhatikan dan dipersiapkan oleh infoers untuk mendaftar KIP K:
Untuk yang telah mantap untuk mengikuti program ini, beberapa hal yang harus diperhatikan seperti syarat dan dokumen yang perlu dipersiapkan. Namun, jika dari salah satu syarat tidak bisa dilengkapi, infoers tidak perlu kecewa, sebab masih ada peluang untuk mengikuti beasiswa lain seperti LPDP, Beasiswa Baznas dan lain-lain.
Untuk jadwal pasti pembukaan KIP K belum bisa dipastikan, bagi infoers yang ingin mendapatkan kesempatan mencoba program ini, bisa melakukan pemantauan secara berkala di sekolahan, melalui portal resmi atau informasi lain yang bisa didapatkan dari rekomendasi guru.
Sementara belum ada jadwal pasti, infoers bisa terlebih dahulu mempersiapkan berkas serta dokumen-dokumen yang diperlukan, agar saatnya program ini kembali diluncurkan infoers bisa langsung mengaksesnya.
Ada beberapa keunggulan yang dapat diambil jika infoers mendapatkan program bantuan KIP-K selama masa perkuliahan, berikut penjelasannya:
Selain dibebaskan biaya pendidikan selama proses perkuliahan, program ini juga memberikan pembebasan bagi mahasiswa yang baru mau melakukan tes SNBT atau berbasis UTBK. jadi walau belum dinyatakan masuk, calon penerima sudah bisa merasakannya.
Selain itu, program ini juga mengurangi beban pendidikan yang ditanggung oleh mahasiswa, dengan adanya program ini mahasiswa tidak perlu mengambil pinjaman untuk menyelesaikan biaya pendidikan.
Mahasiswa penerima akan mendapatkan bantuan uang saku bulanan sebesar Rp 800.000 hingga Rp 1,4 Juta, nominal ditentukan tergantung dengan klaster hidup yang didasari oleh survei BPS.
Dana ini diberikan diluar dari dana ukt, mahasiswa penerima bisa menggunakan sebagai biaya makan, transportasi hingga kebutuhan akademik yang lain.
Dengan program ini, siswa yang memiliki impian besar dapat menggapai mimpinya serta pendidikan yang diberikan ini bisa meningkatkan kualitas SDM yang dipersiapkan pemerintah untuk memimpin bangsa di masa depan.
Keunggulan lainnya ialah siswa dapat memiliki pemikiran yang lebih berkembang dan berempati dengan mendapatkan kualitas pendidikan yang baik, hal ini juga bisa memutus rantai kemiskinan yang terjadi di masyarakat.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Untuk lulus sebagai penerima KIP Kuliah cukup pastikan data yang diperlukan seperti NIK, NISN dan berkas lain sesuai dan tidak ada yang salah. Isilah data dengan teliti dan jujur.
Sertakan juga bukti prestasi baik non akademik atau akademik sebagai pertimbangan dan yang terakhir pilihlah program studi sesuai dengan planning serta selalu melakukan pemantauan melalui portal resmi agar tidak ketinggalan informasinya.
KIP Kuliah dapat menjadi solusi bagi calon mahasiswa. Selain membantu meringankan beban finansial mahasiswa, bantuan ini juga dapat membantu untuk memutus rantai kemiskinan yang terjadi di indonesia, salah satunya adalah dengan memberikan kesempatan pendidikan yang layak.
Itulah penjelasan yang bisa infoSumbagsel rangkum terkait beasiswa KIP K, jangan lupa cek terus secara berkala ya. Semoga bermanfaat!
Artikel ini, ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris Mahasiswa Magang Prima PTKI Kementerian Agama.







