Kepala KSOP Kelas 1 Palembang Laksamana Pertama TNI Idham Faca memastikan jalur Sungai Lalan, di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) sudah dibuka kembali untuk angkutan kapal batu bara dan lainya. Pembukaan dilakukan, Kamis (15/1/2026) pukul 10.00 WIB.
“Ya hari (Kamis) saya sebagai Kepala KSOP Kelas 1 Palembang menindaklanjuti keinginan masyarakat, toko masyarakat Lalan dan pemerintah kabupaten untuk membuka kembali alur pelayaran Jembatan P6 Lalan agar bisa kembali dilewati kapal-kapal,” katanya, Kamis (15/1/2026).
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Idham Faca mengatakan dia akan membuat notice to marine yakni suatu pemberitahuan untuk nahkoda kapal, operator kapal dan perusahaan pelayaran untuk mengumumkan bahwa kapal sudah dapat kembali melewati Jembatan P6 Lalan tersebut meskipun sedang dilakukan pembangunan di jembatan itu.
“Kita sudah sebar notice to marine ke 25 perusahaan, termasuk perusahaan angkutan batu bara dan crude palm oil (CPO), yang terdampak akibat penutupan jalur perairan tersebut, biasanya juga sekitar 30 kapal dari berbagai perusahaan melintasi jalur tersebut setiap hari,” ungkapnya.
Idham menjelaskan kapal yang melintas di jembatan tersebut bisa melewati jalur Jembatan P6 Lalan itu dari pukul 06-00 hingga 18-00 WIB dan kapal memiliki surat persetujuan berlayar dan olah gerak sesuai SOP yang dikeluarkan.
“Surat notice to marine atau pengumuman ini juga kami tembusakan ke Gubernur Sumsel, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Kesatuan Laut Pengawas dan Pelayaran, Kepala Dishub Navigasi kelas 1 Palembang dan lainnya,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya warga meminta agar jalur sungai tidak dibuka sebelum ada kepastian dan bukti nyata dimulainya pembangunan jembatan yang roboh tersebut.
“Jembatan P6 Lalan sampai saat ini masih ditutup. Kami belum membuka akses pelayaran karena warga menginginkan adanya kepastian pembangunan, bukan hanya janji,” kata Idham kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Idham mengungkapkan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berencana membuka kembali akses pelayaran di bawah jembatan. Namun, rencana itu batal dilakukan setelah pihak KSOP bersama perwakilan Gubernur Sumsel turun langsung ke lokasi dan menemui warga.
“Seharusnya hari ini sudah bisa dibuka. Tapi setelah kami datang ke lapangan bersama perwakilan Gubernur Sumsel, warga tetap meminta jembatan ditutup. Mereka ingin melihat langsung adanya proses pembangunan, termasuk kehadiran pekerja dan alat berat di lokasi,” ungkapnya.
Menurut Idham, penutupan jalur sungai di Jembatan P6 Lalan telah dilakukan warga sejak 1 Januari 2026. Warga membentangkan tali panjang melintang di area jembatan sehingga kapal tidak dapat melintas.







