Kuota LPG Subsidi Sumsel di 2026 Turun, Kini Hanya 231.455 MT

Posted on

Kuota LPG subsidi 3 kilogram di Sumatera Selatan pada 2026 mengalami penurunan 11.831 MT. Kuota Sumsel tahun ini berdasarkan keputusan Kementerian ESDM sebesar 231.455 MT. Tahun lalu, kuota Sumsel mencapai 243.286 MT yang terserap 94%.

Plh Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Sumsel Akhirul Jaya Wardana mengatakan penurunan kuota pada 2026 disebabkan adanya penyesuaian realisasi serapan pada tahun-tahun sebelumnya dan kebijakan efisiensi anggaran subsidi oleh pemerintah.

“Jika nanti dalam perjalanannya terjadi kekurangan kuota, biasanya akan ada evaluasi untuk penambahan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Akhirul, Selasa (13/1/2026).

Katanya, ada evaluasi yang dilakukan setiap 3-4 bulan. Evaluasi itu untuk melihat pemakaian LPG subsidi oleh masyarakat, termasuk ketika ada kondisi darurat seperti bencana. Sehingga, kuota yang yang ditentukan bersifat fleksibel. Pemda bisa mengajukan tambahan jika kurang.

Untuk kuota LPG subsidi di Sumsel, Palembang mendapat jatah terbanyak dengan 63.914 MT. Disusul Banyuasin 25.198 MT, Ogan Komering Ilir (OKI) 20.497 MT, Musi Banyuasin 15.266 MT, Muara Enim 15.256 MT, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 14.675 MT, dan OKU 11.638 MT.

Kemudian, Lahat 9.928 MT, Ogan Ilir 10.359 MT, OKU Selatan 9.065 MT, Musi Rawas 7.879 MT, Lubuklinggau 7.080 MT, PALI 5.419 MT, Empat Lawang 4.736 MT, Pagar Alam 4.178 MT, Prabumulih 3.454 MT, dan Musi Rawas Utara 2.913 MT.

“Kota Palembang masih menjadi wilayah dengan alokasi terbesar. Namun, kabupaten Banyuasin dan OKI relatif tinggi karena LPG 3 kilogram di sana tidak hanya digunakan untuk memasak, tapi juga untuk alat pertanian dan mesin tangkap ikan para nelayan,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak terserapnya kuota tahun lalu karena distribusi berjalan normal dan tepat sasaran. Pemprov Sumsel juga aktif melakukan pengawasan melalui satgas yang dibentuk. Satgas itu untuk memastikan agen dan pangkalan tidak melakukan praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.

“Gubernur sudah menetapkan tim Satgas melakukan pengawasan agar distribusi LPG subsidi tepat sasaran untuk masyarakat menengah ke bawah,” tukasnya.