Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai operator bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKRSS) mencatat kenaikan dalam melayani mobilitas masyarakat selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Selama 18 libur periode Nataru, LRT Sumsel telah mengangkut total 321.105 penumpang, mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencatatkan 307.902 penumpang.
“Lonjakan tertinggi arus penumpang terjadi pada puncak perayaan Tahun Baru, yakni 1 Januari 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 37.461 orang dalam satu hari,” kata Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti,Rabu (7/1/2026).
Menurut Aida, peningkatan jumlah penumpang ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Palembang dan pendatang musiman yang berasal dari luar kota Palembang semakin baik terhadap transportasi publik sehingga menjadi pilihan saat masa libur panjang dan penambahan perjalanan pada masa libur Nataru di tanggal 21, 25, 31 Desember 2025 dan tanggal 1 Januari, 2,3 dan 4 Januari 2026.
“Angkutan Nataru 2025/2026 telah berakhir tanggal 4 Januari 2026, berjalan dengan aman dan lancar. Peningkatan dari tahun lalu merupakan indikator positif bahwa LRT Sumsel menjadi pilihan masyarakat untuk menghindari kemacetan dan bepergian dengan nyaman,” ujar Aida.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Selama 18 hari masa angkutan Nataru, LRT Sumsel mencatat tiga stasiun dengan volume penumpang tertinggi, yakni Stasiun Asrama Haji 61.848 penumpang, Stasiun Ampera 55.801 penumpang, Stasiun DJKA 53.110 penumpang.
“Peningkatan Kualitas pelayanan terus dilakukan PT KAI Divre III sebagai operator LRT Sumsel bersama BPKARSS untuk memastikan kenyamanan pengguna LRT Sumsel sebagai moda transportasi yang dapat diandalkan, bahkan saat terjadi lonjakan penumpang signifikan,” kata Aida.
