Selain buahnya yang enak dikonsumsi, pepaya menyimpan banyak manfaat dari daunnya. Berbagai potensi penyakit dapat dihalau dari daun pepaya. Lalu apa saja manfaat daun pepaya bagi Kesehatan tubuh?
Dilansir dari buku 56 Makanan Ajaib dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan Venom Publisher oleh Yusuf CK Arianto, banyak nutrisi dalam daun pepaya seperti enzyme papain, dekstrosa, levulosa, alkaloid karpaina, dan lainnya.
Dengan kaya nutrisi yang dimiliki papaya, bukan tidak mungkin dapat menyimpan banyak khasiat. Berikut ini rangkuman manfaat daun pepaya yang dapat diperoleh.
Dalam buku Fakta Seputra Pepaya oleh Rohmat Kurnia, daun pepaya membantu mencerna protein gandum. Protein ini jika tidak tercerna dengan baik akan menyebabkan autoimun yang ditandai dengan diare dan anemia.
Dengan mengkonsumsi daun pepeya dapat melancarkan pencernaan serta metabolisme dalam tubuh. Selain itu, sifat antelmintik yang dimiliki oleh alkaloid karpain dalam daun pepaya sangat efektif untuk mengatasi cacingan.
Parasit atau cacing yang kerap mengganggu organ pencernaan dapat dilumpuhkan secara alami, sehingga nutrisi makanan dapat diserap kembali oleh tubuh dengan maksimal.
Bagi kaum wanita, datang bulan sering kali disertai dengan rasa nyeri yang hebat pada bagian perut bawah. Daun pepaya dipercaya dapat menjadi pereda nyeri alami yang sangat efektif tanpa efek samping kimia yang berbahaya.
Kandungan senyawa kimia dalam daun pepaya mampu menyeimbangkan hormon dan memperlancar aliran darah pada area rahim. Cara pemanfaatannya cukup sederhana, yaitu dengan merebus satu lembar daun pepaya bersama sedikit garam dan asam jawa.
Air rebusan tersebut diminum saat hangat untuk merelaksasi otot-otot perut yang menegang selama masa menstruasi. Penjelasan ini mendukung teori bahwa zat aktif dalam daun pepaya bekerja sebagai anti-inflamasi alami.
Keputihan yang tidak normal sering kali disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri pada organ kewanitaan. Daun pepaya memiliki sifat antijamur dan antibakteri yang dapat membantu menjaga kebersihan dari dalam.
Mengkonsumsi ekstrak daun pepaya atau air rebusannya dapat membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme merugikan yang menyebabkan keputihan berlebih.
Nutrisi dalam daun ini juga membantu menjaga keseimbangan pH pada area sensitif. Sehingga risiko gatal dan bau tidak sedap dapat diminimalisir secara alami dan aman.
Penyakit batu ginjal terjadi karena adanya pengendapan kalsium atau zat sisa lainnya di dalam saluran kemih. Daun pepaya memiliki peran penting dalam membantu proses peluruhan endapan tersebut.
Sifat diuretik yang terdapat pada daun pepaya membantu meningkatkan frekuensi buang air kecil. Dengan ini proses pembersihan ginjal berjalan lebih optimal.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Kandungan enzimnya juga membantu memecah partikel-partikel kecil yang berpotensi menjadi batu. Dengan asupan air yang cukup bersama konsumsi daun pepaya, resiko pembentukan batu ginjal dapat ditekan secara signifikan.
Jerawat yang membandel sering kali membuat rasa percaya diri menurun. Daun pepaya dapat digunakan sebagai obat luar maupun obat dalam untuk membersihkan kulit dari jerawat.
Sebagai obat luar, daun pepaya tua yang sudah dijemur dan ditumbuk halus dapat dijadikan masker wajah. Enzim papain di dalamnya bekerja mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori dari sumbatan lemak serta bakteri.
Sementara itu, mengonsumsinya secara rutin membantu membersihkan darah dari racun, yang secara otomatis berdampak pada kesehatan kulit yang lebih bersih dan bersinar.
Rohmat Kurnia dalam bukunya menyebutkan daun pepaya dapat menurunkan peradangan. Daun pepaya mampu mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang berguna menghalau efek racun dari sel kanker.
Peningkatan aktivitas sel imun ini membantu tubuh mengenali dan menghancurkan sel kanker sebelum menyebar lebih luas ke jaringan organ lainnya.
Penelitian lebih lanjut juga menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dapat memicu produksi molekul sinyal yang disebut sitokin tipe-Th1. Sitokin ini berperan penting dalam mengatur sistem kekebalan untuk menyerang sel tumor tanpa merusak sel-sel tubuh yang sehat.
Bagi penderita diabetes, daun pepaya dapat menjadi asupan pendukung untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Daun ini bekerja dengan cara melindungi sel-sel penghasil insulin di pankreas dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Antioksidan yang melimpah dalam daun pepaya membantu menurunkan resistensi insulin. Sehingga glukosa dalam darah dapat diolah menjadi energi dengan lebih efisien.
Meskipun memiliki rasa yang pahit, manfaat jangka panjang bagi metabolisme tubuh sangat besar, terutama dalam mencegah komplikasi akibat penyakit gula.
Salah satu manfaat paling populer dari daun pepaya adalah kemampuannya dalam mengobati penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini sangat berbahaya karena menyebabkan penurunan kadar trombosit dalam darah secara drastis.
Ekstrak daun pepaya terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kadar trombosit pada pasien DBD dengan cepat. Zat aktif di dalamnya merangsang sumsum tulang untuk memproduksi keping darah lebih banyak.
Penggunaan jus daun pepaya mentah tanpa melalui proses pemanasan biasanya lebih disarankan untuk mendapatkan hasil maksimal dalam proses pemulihan pasien demam berdarah.
Demikianlah rangkuman manfaat daun pepaya yang dapat diperoleh dengan mengonsumsinya. Ternyata bukan hanya buahnya, daun pepaya juga menyimpan banyak manfaat.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
Manfaat Daun Pepaya
1. Mengatasi Diare dan Penyakit Cacingan
2. Meredakan Nyeri Haid
3. Mengatasi Keputihan
4. Menyembuhkan Batu Ginjal
5. Mengatasi Jerawat
6. Membantu Mengatasi Kanker
7. Menyeimbangkan Kadar Gula Darah
8. Mengobati Demam Berdarah
Jerawat yang membandel sering kali membuat rasa percaya diri menurun. Daun pepaya dapat digunakan sebagai obat luar maupun obat dalam untuk membersihkan kulit dari jerawat.
Sebagai obat luar, daun pepaya tua yang sudah dijemur dan ditumbuk halus dapat dijadikan masker wajah. Enzim papain di dalamnya bekerja mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori dari sumbatan lemak serta bakteri.
Sementara itu, mengonsumsinya secara rutin membantu membersihkan darah dari racun, yang secara otomatis berdampak pada kesehatan kulit yang lebih bersih dan bersinar.
Rohmat Kurnia dalam bukunya menyebutkan daun pepaya dapat menurunkan peradangan. Daun pepaya mampu mengaktifkan sistem kekebalan tubuh yang berguna menghalau efek racun dari sel kanker.
Peningkatan aktivitas sel imun ini membantu tubuh mengenali dan menghancurkan sel kanker sebelum menyebar lebih luas ke jaringan organ lainnya.
Penelitian lebih lanjut juga menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dapat memicu produksi molekul sinyal yang disebut sitokin tipe-Th1. Sitokin ini berperan penting dalam mengatur sistem kekebalan untuk menyerang sel tumor tanpa merusak sel-sel tubuh yang sehat.
Bagi penderita diabetes, daun pepaya dapat menjadi asupan pendukung untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Daun ini bekerja dengan cara melindungi sel-sel penghasil insulin di pankreas dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Antioksidan yang melimpah dalam daun pepaya membantu menurunkan resistensi insulin. Sehingga glukosa dalam darah dapat diolah menjadi energi dengan lebih efisien.
Meskipun memiliki rasa yang pahit, manfaat jangka panjang bagi metabolisme tubuh sangat besar, terutama dalam mencegah komplikasi akibat penyakit gula.
Salah satu manfaat paling populer dari daun pepaya adalah kemampuannya dalam mengobati penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini sangat berbahaya karena menyebabkan penurunan kadar trombosit dalam darah secara drastis.
Ekstrak daun pepaya terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kadar trombosit pada pasien DBD dengan cepat. Zat aktif di dalamnya merangsang sumsum tulang untuk memproduksi keping darah lebih banyak.
Penggunaan jus daun pepaya mentah tanpa melalui proses pemanasan biasanya lebih disarankan untuk mendapatkan hasil maksimal dalam proses pemulihan pasien demam berdarah.
Demikianlah rangkuman manfaat daun pepaya yang dapat diperoleh dengan mengonsumsinya. Ternyata bukan hanya buahnya, daun pepaya juga menyimpan banyak manfaat.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.







