Malam 27 Rajab atau yang lebih dikenal sebagai peristiwa Isra Miraj kerap diisi oleh umat Islam dengan berbagai ibadah. Salah satu ibadahnya adalah salat sunah malam 27 Rajab atau lailatul Miraj.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, 27 Rajab 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Isra Miraj adalah peristiwa bersejarah karena pada momen inilah perintah salat lima waktu diterima langsung oleh Rasulullah SAW.
Berikut ini infoSumbagsel sajikan panduan lengkap sholat malam 27 Rajab. Yuk simak!
Dilansir dari infoHikmah yang menukil buku Panduan Shalat Sunah Lengkap karya KH. Muhammad Sholikhin, di malam 27 Rajab, atau yang dikenal sebagai malam Isra Miraj. Umat Islam dianjurkan menghidupkan malam dengan memperbanyak ibadah.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan ibadah salat sunah malam 27 Rajab atau Lailatul Miraj. Salat Lailatul Miraj dikerjakan sebanyak 12 rakaat dan dilakukan dengan 6 kali salam.
Adapun waktu pelaksanaannya juga fleksibel. Bisa dikerjakan setelah salat Magrib maupun setelah salat Isya. Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin menjelaskan tentang anjuran salat malam 27 Rajab. Menurut Imam al-Ghazali, Allah SWT akan mengabulkan setiap doa orang yang mengerjakan salat pada malam 27 Rajab dan berpuasa pada paginya.
“Maka barang siapa di antara kaum muslim mengerjakan sholat dua belas rakaat pada malam ini di mana setiap rakaat membaca Al Fatihah dan satu surah Al-Qur’an, membaca tasyahud setiap dua rakaat lalu salam dan selesai sholat membaca sholawat kepada Nabi SAW 100 kali, membaca istighfar 100 kali, berdoa untuk dirinya dengan apa yang diinginkannya dalam urusan dunia dan akhirat kemudian pagi harinya berpuasa, maka sesungguhnya Allah Ta’ala akan mengabulkan semua doanya,” tulis Imam al-Ghazali dalam kitab yang diterjemahkan Purwanto.
Meski demikian, dalam sumber yang sama, tidak ditemukan hadis shahih dari Nabi Muhammad SAW mengenai pelaksanaan salat sunnah malam Isra Miraj 27 Rajab.
Sesuai namanya salat ini dikerjakan pada malam 27 Rajab. Berdasarkan kalender terbitan Kemenag RI, 27 Rajab 1447 H jatuh pada hari Jumat, 16 Januari 2026.
Dengan demikian, salat malam 27 Rajab mulai bisa dikerjakan pada hari Kamis, 15 Januari 2026 setelah salat Magrib. Mengingat, aturan pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi setelah Matahari terbenam.
Dikutip dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunnah Superkomplet karya Ibnu Watiniyah, bacaan niatnya boleh dengan niat salat sunnah Mutlaq, salat sunnah Rajab, atau sekedar untuk membedakannya dari yang lain. Berikut niat salat sunnah 27 Rajab atau Lailatul Miraj.
أُصَلِّي لَيْلَةَ الْمِعْرَاجِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Ushalli lailatal mi’raji rak’ataini mustaqbilal qiblati sunnatan lillahi ta’ala. Allahu Akbar…
Artinya: “Saya niat sholat Lailatul Mi’raj dua rakaat dengan menghadap kiblat, sunnah karena Allah Ta’ala.” Allahu Akbar…
Pada rakaat pertama dan kedua setelah membaca surah al-Fatihah, membaca surah al-Ikhlas satu kali. Demikian pada rakaat selanjutnya, bacaannya sama hingga 12 rakaat.
Selepas salat Lailatul Mi’raj, umat Islam dapat membaca dzikir dan doa. Untuk mengamalkannya, simak bacaannya sebagai berikut:
Wirid tasbih 100 kali:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
Arab Latin: Subhanallahi wal hamdu lillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Dan hanya Allah yang Maha Besar.“
Dilanjutkan dengan membaca istighfar 100 kali:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Arab Latin: Astaghfirullahal ‘azhim.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.“
Kemudian, membaca shalawat Nabi 100 kali:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Arab Latin: Allahumma shalli ‘alå sayyidina Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah selalu kehormatan dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad.“
Bila perlu, dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah (tujuh kali), al-Falaq dan an-Nas (tujuh kali), al-Ikhlas dan al-Kafirun (tujuh kali), surat al-Qadar dan ayat Kursi (tujuh kali).
Setelah selesai membaca dzikir, selanjutnya dapat membaca doa berikut.
Berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ طَهِّرْ لِسَانِي مِنَ الْكِذَّبِ وَقَلْبِي مِنَ التَّفَاقِ وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ وَبَصَرِى مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَابِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
Arab Latin: Allahumma thah-hir lisäni minal kidzbi wa qalbi minan nifaqi wa ‘amali minar riya’i wa bashari minal khiyanati fa’innaka taʻlamu kha’inatal a’yuni wama tukhfish shudúru.
Artinya: “Ya Allah, sucikanlah lisanku dari dusta, bersihkanlah hatiku dari kemunafikan. bersihkanlah amalku dari rasa pamer, bersihkanlah penglihatanku dari pengkhianatan, sesungguhnya Engkau mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan oleh hati.
Demikian panduan melaksanakan salat malam 27 Rajab. Semoga berguna ya!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
Dalil Sholat Malam 27 Rajab
Waktu Mengerjakan Sholat Malam 27 Rajab
Niat Sholat Malam 27 Rajab
Tata Cara Sholat Malam 27 Rajab
Dzikir Setelah Sholat Malam 27 Rajab
Bacaan Doa Setelah Sholat Malam 27 Rajab
Pada rakaat pertama dan kedua setelah membaca surah al-Fatihah, membaca surah al-Ikhlas satu kali. Demikian pada rakaat selanjutnya, bacaannya sama hingga 12 rakaat.
Selepas salat Lailatul Mi’raj, umat Islam dapat membaca dzikir dan doa. Untuk mengamalkannya, simak bacaannya sebagai berikut:
Wirid tasbih 100 kali:
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
Arab Latin: Subhanallahi wal hamdu lillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar.
Artinya: “Maha Suci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Dan hanya Allah yang Maha Besar.“
Dilanjutkan dengan membaca istighfar 100 kali:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Arab Latin: Astaghfirullahal ‘azhim.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.“
Kemudian, membaca shalawat Nabi 100 kali:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Arab Latin: Allahumma shalli ‘alå sayyidina Muhammad.
Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah selalu kehormatan dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad.“
Bila perlu, dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah (tujuh kali), al-Falaq dan an-Nas (tujuh kali), al-Ikhlas dan al-Kafirun (tujuh kali), surat al-Qadar dan ayat Kursi (tujuh kali).
Setelah selesai membaca dzikir, selanjutnya dapat membaca doa berikut.
Berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ طَهِّرْ لِسَانِي مِنَ الْكِذَّبِ وَقَلْبِي مِنَ التَّفَاقِ وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ وَبَصَرِى مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَابِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
Arab Latin: Allahumma thah-hir lisäni minal kidzbi wa qalbi minan nifaqi wa ‘amali minar riya’i wa bashari minal khiyanati fa’innaka taʻlamu kha’inatal a’yuni wama tukhfish shudúru.
Artinya: “Ya Allah, sucikanlah lisanku dari dusta, bersihkanlah hatiku dari kemunafikan. bersihkanlah amalku dari rasa pamer, bersihkanlah penglihatanku dari pengkhianatan, sesungguhnya Engkau mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan oleh hati.
Demikian panduan melaksanakan salat malam 27 Rajab. Semoga berguna ya!
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
