Siswa di Palembang, Sumatera Selatan, kecewa karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum berjalan. Akibatnya, siswa pun terpaksa membawa bekal sendiri dari rumah.
Salah satu siswa SD Negeri 4 Palembang yakni Arsy, mengaku sedih karena rutinitasnya berubah drastis sejak MBG yang biasa didapatnya dari sekolah belum berjalan.
“Kecewa kalau MBG-nya tidak datang. Biasanya Arsy tidak bawa bekal, sekarang jadi harus bawa bekal sama uang jajan juga,” ungkapnya, Senin (5/1/2026).
Meski menyukai menu yang diberikan, Arsy juga mengkritisi sayur MBG yang sering basi.
“Sebenarnya MBG-nya enak, tapi sayurnya sering banget basi. Biasanya sampai sini (sekolah) sayurnya basi jadi tidak bisa dimakan,” ujarnya.
Hal senada dirasakan Lutfi, siswa kelas 5 SD Al-Faruq Palembang. Baginya, membawa bekal dari rumah adalah beban tambahan yang melelahkan.
“MBG tidak datang, kami bawa bekal sendiri. Itu tidak enak karena berat kalau mau membawa bekal dari rumah sendiri, malas juga,” tuturnya dengan nada lesu.
Penghentian MBG sementara ini juga dikeluhkan salah satu wali murid di SD Negeri 118 Palembang yakni Gusti (30). Dia menyebut bahwa kehadiran MBG sebelumnya sangat membantu menghemat pengeluaran.
“Biasanya kalau ada MBG anak-anak jarang jajan karena sudah kenyang. Guru juga melarang keluar jajan. Otomatis uang jajannya bisa mereka tabung. Sekarang kita tetap kasih uang jajan dan siapkan bekal,” katanya.
Plt Kepala SD Negeri 4 Palembang Mardiana membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut pihak sekolah telah menginstruksikan siswa membawa bekal mandiri selama masa transisi ini.
“Sudah beberapa hari MBG tidak datang karena alasan tutup buku. Selain itu, belakangan ini kualitasnya juga agak kurang, biasanya ada susunya sekarang jarang ada,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Sematang Borang Idris Zailani Azhar mengatakan operasional akan dimulai kembali pada 8 Januari 2026 seiring dengan kesiapan administrasi dan sekolah yang sudah aktif kembali.
“Alasan MBG dihentikan sementara karena yang pertama itu penyesuaian anggaran awal tahun, penyaluran dana dilakukan menunggu administrasi siap,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa waktu libur ini dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar kendala di periode sebelumnya tidak terulang.
Lebih lanjut, Idris memaparkan bahwa pihaknya sedang melakukan penataan ulang operasional yang mencakup banyak aspek teknis.
“Waktu libur digunakan untuk evaluasi serta penataan ulang operasional MBG seperti penyesuaian data penerima manfaat, penjadwalan ulang distribusi, serta koordinasi ulang SPPG kepada pihak sekolah,” tambahnya.
Pihak SPPG berjanji akan segera kembali menyalurkan bantuan makanan bergizi tersebut segera setelah seluruh proses administrasi awal tahun tuntas.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya dan Rika peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.







