Tema dan Logo Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag RI 2026 Lengkap Sejarahnya

Posted on

Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) diperingati pada 3 Januari setiap tahunnya. Peringatan ini dimaksudkan sebagai pengingat hari berdirinya Kementerian Agama RI.

Tahun 2026, Kemenag telah memasuki usia yang ke-80. Dilansir dari laman resmi Kemenag, lembaga ini terbentuk di masa Kabinet Sjahrir II berdasarkan surat Penetapan Pemerintah No. 1 tanggal 3 Januari 1946.

Untuk memperingati momentum ini, Kemenag merilis logo dan tema yang berbeda setiap tahunnya. Nah, penasaran dengan tema dan logonya? yuk simak penjelasan makna dan filosofinya beserta sejarah singkatnya!

Berdasarkan surat edaran (SE) Nomor 39 Tahun 2025 tentang Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI Tahun 2026, tema atau tagline HAB ke-80 Kemenag adalah “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.

Logo Hari Amal BhaktiKemenag tahun 2026 mencantumkan tema dan angka 80 sebagai usia perayaannya. Logo Hari Amal Bhakti bisadiunduh melalui tautan berikut ini:

Dilansir dari Panduan Hari Amal Bhakti 2026, logo Kemenag tahun ini menggunakan warna hijau dan kuning. Penggunaan kedua warna ini memiliki filosofi sebagai berikut:

Merujuk pada warna identitas Kementerian Agama itu sendiri. Maknanya berkaitan dengan kedamaian, kesuburan, kesejukan, dan keseimbangan.

Selain itu warna hijau juga merepresentasikan nilai-nilai moderasi beragama, yaitu adil, seimbang, dan toleran.

Merupakan simbol dari optimisme, semangat perubahan, dan sinergi positif untuk membangun Indonesia yang damai dan maju.

Setiap penggunaan elemen dalam logo Hari Amal Bhakti juga mempunyai makna. Berikut makna elemen-elemen dalam logonya:

Dilansir dari infoNews, awal mula Kementerian Agama berdiri disebut dengan nama Departemen Agama, yang bertujuan untuk menyelenggarakan pemerintahan dalam bidang agama. Dilansir dari situs resminya, pengusulan pembentukan Departemen Agama untuk pertama kalinya atas ide dari Muhammad Yamin dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada tanggal 11 Juli 1945.

Selanjutnya usulan ini juga sempat disampaikan dalam Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 19 Agustus 1945, tetapi mendapatkan sejumlah penolakan dari pihak lain. Meski begitu, hal itu tak langsung mematahkan semangat bangsa untuk terus memperjuangkan pembentukan Departemen Agama di Indonesia.

Lalu pada tanggal 25-27 November 1945, usulan pembentukan Departemen Agama muncul lagi dalam Sidang Pleno KNIP. Usulan tersebut disampaikan oleh utusan KNI Banyumas yaitu K.H. Abu Dardiri, K.H.M Saleh Suaidy, dan M. Sukoso Wirjosaputro.

Secara aklamasi sidang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) menerima dan menyetujui usulan pembentukan Departemen Agama. Presiden Sukarno memberi isyarat kepada Wakil Presiden, Mohammad Hatta mengenai hal itu. Hingga pada akhirnya pada tanggal 3 Januari 1946 dikeluarkan surat Penetapan Pemerintah No. 1 tentang pembentukan Kemenag.

Dilansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung, sejarah Hari Amal Bhakti Kemenag yang diperingati setiap 3 Januari adalah melalui Penetapan Menteri Agama Nomor 6 Tahun 1956 tertanggal 1 Maret 1956 yang menetapkan jika hari Kamis, 3 Januari 1946 merupakan hari berdirinya Departemen Agama. Hal ini didasarkan pada Penetapan Pemerintah Nomor 1/S.D. tertanggal 3 Januari 1946 (29 Muharram 1365 H).

Lalu, pada 3 Januari 1980, bertepatan dengan peringatan HUT ke-34 Departemen Agama, penyebutan hari lahir Departemen Agama diubah menjadi Hari Amal Bhakti Departemen Agama RI, yang kini dikenal sebagai Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI.

Nah, itulah tadi tema, logo, dan sejarah singkatnya. Semoga membantu ya, infoers!

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.

Tema Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag

Logo Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag 2025 dan Link Download

Filosofi Logo Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag

1. Warna Hijau

2. Warna Kuning Cerah

Sejarah Singkat Kementerian Agama di Indonesia

Sejarah Hari Amal Bhakti Kemenag 3 Januari