Polisi mengungkap motif seorang pria berinisial SL (34) di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menebas leher ibunya, LN (55) hingga putus. Aksi tersebut dilakukan pelaku karena diduga sakit hati gegara kerap dibully oleh keluarganya.
Dilansir infoSulsel, pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Desa Gimpubia, Kecamatan Pinembani, Donggala pada Selasa (26/8) sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu, pelaku datang ke rumah ibunya dengan membawa parang. Setelah kejadian, pelaku kabur ke hutan namun berhasil diamankan polisi dengan bantuan warga.
“Sebenarnya yang bully bukan korban, tapi keluarganya. Dilampiaskanlah sama mamanya ini,” kata Kasat Reskrim Polres Donggala Iptu Bayu Dhamma kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).
Bayu menyebut pelaku membawa kepala ibunya itu ke rumah kakaknya yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku juga mendobrak pintu rumah kakaknya.
“Setelah itu kepalanya dipotong dan dibawa ke rumah kakaknya sekitar 200 meter dari TKP. Dia dobrak pintu lalu melempar kepala sambil bilang ‘Ini kepala ibumu’,” bebernya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Bayu mengatakan pihaknya belum bisa memastikan pelaku orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Selama pemeriksaan, pelaku mengerti pertanyaan penyidik.
“Kalau dibilang ODGJ, sekarang belum bisa dikatakan. Selama diperiksa dia bisa jawab pertanyaan dan mengerti maksud penyidik,” terangnya.
“Selama diperiksa, dia kooperatif. Apa yang kita tanya, dia bisa jawab. Apa yang kita maksud, dia juga mengerti,” tambahnya.
Bayu meminta agar masyarakat mempercayakan penanganan kasus ini ke aparat kepolisian. Dia berharap warga tidak memilih jalan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan.
“Setiap pembunuhan adalah pelanggaran berat yang merusak keluarga, mengganggu ketenteraman masyarakat, dan membawa konsekuensi hukum serius,” ucapnya.