Wanita Asal Sumbar Sudah Sepekan Tinggal di Polres Lubuklinggau, Ini Alasannya

Posted on

Seorang wanita asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat bernama Mega Silvia (39) telah seminggu tinggal di Polres Lubuklinggau. Diduga wanita tersebut mengalami gangguan jiwa dan sedang mencari keluarganya.

Kasat Samapta Polres Lubuklinggau AKP Subardi mengatakan awalnya Mega datang ke Polres Lubuklinggau sejak awal tahun 2026 sambil membawa tas berisi pakaian.

“Awalnya datang itu dia duduk-duduk di halaman, kemudian ia mendatangi ruang SPKT Polres Lubuklinggau dan akhirnya buat laporan. Tapi setelah itu dia tinggal di ruang SPKT sampai hari ini, sudah seminggu dia tinggal disini,” katanya saat ditemui infoSumbagsel, Selasa (6/1/2026).

Subardi mengatakan diduga Mega merupakan korban bencana banjir di Sumatera Barat dan datang ke Lubuklinggau untuk menemui kerabatnya.

“Dugaannya saat kami ngobrol sama dia, ibu Mega ini korban banjir di daerah asalnya dan datang ke sini nyari kerabatnya. Tapi dia gak tau alamatnya jadi kami juga bingung mau nolongnya gimana,” ungkapnya.

Namun Subardi menduga Mega memiliki gangguan jiwa lantaran sering linglung dan tidak nyambung saat diajak berbicara.

“Awalnya dia datang itu buat laporan kehilangan KTP, kemudian besoknya buat laporan kehilangan mobil, terus minta kami nangkap orang, ada juga dia bilang datang ke polres mau daftar jadi polwan. Namun karena dia tidak mengganggu jadi kami biarkan saja,” jelasnya.

Hingga saat ini, kata Subardi, Mega tidur dan mandi di Polres Lubuklinggau dan sesekali pergi keluar. Namun saat malam dia kembali ke ruang SPKT Polres Lubuklinggau dan tidur di sana.

“Tas berisi pakaian dia diletakkannya di ruang SPKT, nanti dia datang untuk mandi, tidur, dan sekali-kali mau buat laporan. Kadang keluar beli makan, tapi nanti balik lagi. Dia orangnya waras, cuman pas diajak ngobrol itu nanti mulai gak jelas arahnya,” ungkapnya.

Subardi mengaku saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan organisasi IKM (Ikatan Keluarga Minang) untuk membantu Mega.

“Sudah koordinasi dengan IKM agar mereka bisa menolong, karena ibu Mega ini kita tawarkan untuk dibantu pulang ke tempat asalnya gak mau. Nanti kalau belum ada kejelasan juga baru kita melapor ke Dinsos Lubuklinggau,” katanya.

Sementara itu, perwakilan IKM Lubuklinggau yakni Charles menjelaskan pihaknya akan berusaha menolong Mega untuk memulangkannya ke tempat asalnya.

“Dari hasil koordinasi keluarga besar IKM Lubuklinggau, tidak ada yang mengenal wanita ini. Akan tetapi keluarga, IKM Lubuklinggau akan berupaya memulangkan wanita bernama Mega ini ke kampung halamannya di Kabupaten Agam sesuai dengan alamat KTP yang bersangkutan,” tuturnya.