Puluhan warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk segera membangun infrastruktur kolam retensi dan ruang terbuka hijau (RTH) di Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Aksi tersebut dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Kerakyatan di depan Kantor Pemkot Palembang, Rabu (14/1/2026).
Koordinator aksi, Reza Mars, mengatakan tuntutan tersebut muncul akibat lambannya langkah Pemkot Palembang dalam melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan kolam retensi.
Menurutnya, keberadaan kolam retensi sangat penting sebagai upaya pengendalian banjir di Kota Palembang.
“Kami hadir hari ini untuk mendesak Pemkot Palembang agar segera membangun kolam retensi dan RTH di kawasan Simpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Kebun Bunga. Kami khawatir karena kawasan tersebut kerap dilanda banjir,” ujarnya.
Lanjut Reza, aksi tersebut juga menyoroti perlunya percepatan pembangunan kolam retensi di 107 kelurahan di Kota Palembang tanpa penundaan. Dan juga menyoroti perlu adanya aksi nyata berupa gotong royong di kawasan Simpang Bandara SMB II, Kelurahan Kebun Bunga.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Palembang, Robert, yang menerima aspirasi tersebut, menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat tersebut akan diteruskan kepada Wali Kota Palembang.
“Karena kami ditugaskan untuk menerima aksi ini, maka seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami sampaikan kepada Wali Kota Palembang,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pada prinsipnya Pemkot Palembang mendukung aspirasi masyarakat dan mengimbau warga untuk turut mendukung program pemerintah yang sebelumnya telah berjalan, seperti Jumat Bersih dan gerakan penghijauan, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan.
Artikel ini ditulis oleh Aldekum Fatih Rajih, peserta magang Prima PTKI Kementerian Agama RI.







