Ketegangan sempat terjadi di pintu masuk utama objek wisata Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang pada malam pergantian tahun. Meski pintu gerbang digembok, sejumlah warga nekat memaksa masuk hanya untuk berfoto dengan latar Jembatan Ampera.
Saat warga hendak masuk ke dalam BKB yang sedang direvitalisasi, sempat dicegah oleh petugas jaga hingga terjadi argumentasi.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Pantauan di lokasi, Kamis (1/1/2026), warga tampak memaksa masuk ke pintu utama gerbang yang ditutup pagar seng dan kayu. Beberapa di antaranya terlihat mencoba menggoyang-goyangkan pagar dan mendesak penjaga agar membuka sedikit celah masuk.
“Kami cuma mau ambil foto Ampera sebentar dari dalam, Pak. Di luar sudah penuh sekali, tidak kelihatan apa-apa,” ucap salah satu pengunjung di depan gerbang.
Petugas keamanan yang berjaga di balik pintu, Dedi, mengaku kewalahan menahan desakan warga yang terus berdatangan. Menurutnya, meskipun sudah dijelaskan bahwa area dalam sedang dalam tahap rehabilitasi dan berbahaya, warga tetap bersikeras masuk.
“Pintu sudah kami gembok, bahkan kami pasang palang kayu tambahan agar tidak bisa digerakkan. Tapi warga tetap memaksa, ada yang mencoba membobol celah seng di samping gerbang. Alasannya mau ambil gambar Ampera dari sudut BKB,” ujar Dedi saat ditemui infoSumbagsel di lokasi.
Dedi menjelaskan, penutupan ini dilakukan demi keselamatan masyarakat sendiri. Kondisi pelataran BKB yang sedang dibongkar dan belum adanya pagar pembatas permanen di tepian sungai sangat berisiko bagi pengunjung, terutama yang membawa anak kecil.
Terkait adanya kejadian sejumlah warga yang ingin masuk BKB, salah satu petugas Satpol PP Palembang belum berani untuk mengambil tindakan karena masih menunggu intruksi dari pimpinan.
“Tidak bisa (wawancara) harus sama pimpinannya,” kata salah satu petugas yang berjaga.







