Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, terus memperkuat pembangunan di bidang mental dan spiritual masyarakat melalui program penugasan 1.000 dai dan dai’ah yang disebar ke seluruh wilayah kota. Program ini bertujuan membangun karakter keagamaan, memperkuat nilai spiritual, serta menjaga kerukunan antar warga.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Aprizal Hasyim, mengatakan bahwa program 1.000 dai merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menggerakkan para pendidik dan penceramah agama untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman yang damai dan menyejukkan.
“Melalui program ini, para ustaz dan ustazah kami tugaskan untuk memberikan ceramah keagamaan di masjid dan musala yang tersebar di seluruh penjuru Kota Palembang,” katanya kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).
Aprizal menjelaskan, kegiatan ceramah tersebut dilaksanakan secara rutin, terutama setiap hari Minggu pagi. Program ini telah berjalan dan mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menumbuhkan suasana kebersamaan dan persaudaraan.
Menurutnya, program 1.000 dai merupakan bagian dari ikhtiar Pemkot Palembang untuk mewujudkan cita-cita kota yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur, yakni negeri yang baik, aman, damai, serta berada dalam lindungan Allah.
“Pembangunan yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual masyarakat. Ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan Kota Palembang,” ungkapnya.
Aprizal mengajak seluruh masyarakat Palembang untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai sarana meningkatkan kualitas iman, memperbaiki akhlak, serta mempererat persaudaraan dan kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Momen Isra Mi’raj juga jadikan sebagai meningkatkan kualitas iman, memperbaiki akhlak, serta mempererat persaudaraan,” katanya.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Lebih lanjut, Aprizal menegaskan bahwa visi Palembang Berdaya dan Palembang Sejahtera hanya dapat terwujud jika pembangunan dilakukan secara seimbang, mencakup aspek fisik, ekonomi, sosial, dan spiritual.
“Pemerintah Kota Palembang telah menggulirkan berbagai program keagamaan yang konkret sebagai wujud komitmen membangun masyarakat yang berakhlak, religius, dan berdaya saing,” tegasnya.
Dengan dukungan para dai dan dai’ah yang tersebar di seluruh wilayah, Pemkot Palembang berharap nilai-nilai keagamaan dapat semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, sehingga tercipta suasana kota yang harmonis, aman, dan sejahtera.
