Lagu kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan ada banyak lagu viral yang kerap digunakan untuk sound di media sosial, seperti TikTok dan Instagram.
Di berbagai tempat, kendaraan, hingga konten media sosial, musik selalu hadir mengiringi. Seiring dengan berkembangnya media sosial, sejumlah lagu baik dalam ataupun luar negeri ramai digunakan kreator sebagai backsound konten. Lagu yang viral tak jarang mampu meningkatkan daya tarik konten yang dibuat.
Berikut infoSumbagsel sajikan lagu viral yang banyak dipakai sebagai sound Tiktok dan Instagram, lengkap dengan konteks tren yang menyertainya.
Lagu yang dirilis pada 2025 ini menarik perhatian para pendengar dari berbagai platform streaming musik. Lagu ini menghadirkan nuansa nostalgia masa kecil yang dibalut dengan makna kedewasaan, kehilangan, dan keikhlasan.
Potongan lirik seperti:
“Oh mengapa / bunga di taman hatiku hanya satu / oh menghilang / bunga kesayangku diambil orang”
Kerap digunakan sebagai backsound konten TikTok dan Instagram yang tengah viral dengan tren “Talk to Who”. Konten ini biasanya menggambarkan perasaan sedih, kebingungan, atau justru momen lucu yang dibalut ekspresi “tapi mau ngomong sama siapa?”.
Lagu yang dirilis pada 2022 ini menceritakan tentang visi membangun rumah tangga sederhana namun harmonis, di mana rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kebersamaan, cinta, dan impian.
Potongan lirik seperti:
“Boleh kamu keliling dunia / dan temukan banyak tempat-tempat ‘tuk singgah / sementara / kamu boleh namai itu rumah / selama ada m’reka yang kamu cinta / di dalamnya”.
Sering digunakan sebagai backsound konten TikTok dan Instagram. Lagu ini sering mengiringi unggahan tentang perjalanan jauh dari keluarga untuk menggapai mimpi seperti konten beasiswa dan cerita proses meraih tujuan hidup.
Phonk bukan merupakan judul lagu, melainkan salah satu genre musik yang berkembang di kalangan anak muda pada saat ini. Musik ini memiliki karakteristik yang unik, dengan suara lo-fi, beat yang lambat, serta tema gelap yang khas.
Phonk kerap digunakan sebagai backsound content creator dengan niche konten workout atau gym karena ritmenya yang mampu membangun suasana intens atau istilah kerennya ‘full aura’
Merupakan lagu yang berasal dari tiga kolaborasi musisi Indonesia Timur. Lagu ini memiliki nuansa musik yang energik dan jenaka.
bagian lirik seperti:
“Da da da da sayonara” sampai “Skakmat selesai main catur”
Merupakan bagian lagu yang banyak dijadikan sebagai backsound video dance yang sedang ramai di Instagram dan Tiktok saat ini.
Lagu Everything u Are yang dirilis pada tahun 2025 mengangkat tema cinta tanpa syarat, penerimaan diri seutuhnya (diri sendiri dan orang lain), serta menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan.
Potongan lirik seperti:
“Cerita kita tak jauh berbeda / got beat down by the world sometimes i wanna fold / namun suratmu kan ku ceritakan ke anak-anakku nanti / bahwa aku pernah dicintai with everything u are/ fully as I am with everything u are”.
Kerap dijadikan backsound konten di TikTok maupun Instagram. Lagi ini sering digunakan untuk mengiringi konten tentang perjuangan anak muda menghadapi realitas hidup, proses bertahan merintis dari nol, hingga dokumentasi perjalanan atau petualangan alam seperti mendaki gunung.
Lagu asal Korea Selatan ini viral di media sosial berkat tren konten yang menampilkan seseorang berlari di tempat dengan penuh semangat, namun terlihat tertahan karena rambut atau tudung hoodienya ditahan oleh orang yang merekam.
Tren ini kemudian ramai ditiru dan diparodikan dengan versi yang lebih lucu tentunya tetap dengan backsound khas dari Illit tersebut.
Lagu lainnya adalah Untukku karya Chrisye. Lagu ini dirilis pada tahun 1997, merupakan salah satu lagi cinta klasik yang populer dan easy listening.
potongan lirik seperti:
“Walau ke ujung dunia pasti akan kunanti / meski ke tujuh samudra pasti ku kan menunggu / karena ku yakin kau hanya untukku”
kerap dijadikan konten Tiktok atau Instagram tentang “Pov: punya rumah di Palembang after rain” atau konten serupa lainnya seperti “kapan kamu ke …. lagi?” maksudnya konten reflektif atau perenungan.
Selanjutnya lagu yang berasal dari band legendaris ABBA yang mengangkat tema kekalahan dan kehilangan dalam hubungan, yang bisa dimaknai lebih luas sebagai refleksi perjuangan dan relate dengan banyak orang.
potongan lirik seperti:
“The winner takes it all / the loser’s standing small / beside the victory / that’s her destiny”
Kerap digunakan sebagai backsound konten di Tiktok dan Instagram untuk menggambarkan proses berjuang yang belum membuahkan hasil maupun yang berakhir dengan keberhasilan.
Lagu ini viral karena mengusung bahasa daerah dan unsur budaya lokal. Irama yang khas membuatnya mudah dikenali dan diingat. Selain itu lagu ini juga memiliki nuansa musik yang meriah.
Potongan lirik seperti:
“Lia Ade Nona makin gaga, bikin kak jadi suka / dulu Ade rambu kepang dua, sekarang rambu merah-merah / kaka lia Ade tambah manis, pulang rantau dari mana? / Aduh, Ade Nona, jang talalu pasang gayan depan kaka / kaka jadi jatoh e”
Merupakan bagian lirik yang sering dibuat sebagai konten dance viral untuk TikTok dan Instagram.
Lagu terakhir ini berasal dari Filipina, di mana ‘multo’ sendiri berarti ‘hantu’ dalam bahasa Tagalog. Lagu ini menggambarkan kenangan masa lalu yang selalu menghantui. Lagu ini kemudian menjadi tren di berbagai media sosial berkat melodi pop-rocknya yang enak di dengar.
Lagu ini sering dijadikan pengiring untuk konten-konten galau yang berasal dari dalam negeri atau luar negeri.
Itulah dia 10 lagu viral baik dalam ataupun luar negeri. Hayo, mana lagu yang sering infoers putar? Semoga artikel ini berguna ya.
Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
