Banjir di OKI Rendam Ribuan Rumah dan Sawah Warga

Posted on

Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tidak hanya ribuan rumah warga, banjir juga merendam ribuan hektare sawah terendam banjir. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30 hingga 170 cm.

Selain merendam permukiman, banjir turut melumpuhkan akses transportasi dan sektor pertanian. Berdasarkan data yang diterima infoSumbagsel, Sabtu (10/1/2026) tercatat ada 9 desa di Kecamatan Lempuing yang mengalami dampak paling parah.

“Total warga terdampak ada 1.289 Kepala Keluarga (KK), sementara untuk total luasan sawah yang terendam kurang lebih 1.370 hektar. Serta kebun karet terendam yang terendam kurang lebih 525 hektare,” kata Kepala Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Sabtu (10/1/2026).

Ia merincikan 9 desa yang terendam banjir di Kecamatan Lempuing yakni Kutapandan, Cahya Makmur, Cahya Maju, Cahya Bumi, Kepayang, Sumber Agung, Bumi Arjo Makmur, Sumber Makmur
dan Tebing Suluh.

Di Desa Kutapandan terdapat 193 KK dan 595 hektare sawah yang terendam, Desa Cahaya Makmur ada 174 KK, Desa Cahaya Maju ada 75 KK, Desa Cahaya Bumi ada 52 KK dan kurang lebih 200 hektare sawah serta 500 hektare kebun karet yang terendam.

Kemudian di Desa Kepayang ada 36 KK dan kurang lebih 300 hektare sawah, Desa Sumber Agung ada 46 KK dan 250 hektare sawah serta 25 hektare kebun karet. Desa Bumi Arjo Makmur 43 KK dan 25 hektare sawah, Desa Sumber Makmur ada 40 KK dan terakhir Desa Tebing Suluh ada 630 KK.

Tak hanya itu banjir juga merendam rumah dan area perkebunan warga. Akses jalan penghubung di daerah tersebut juga terputus total

“BPBD OKI menyiapkan 2 buah perahu fiber untuk evakuasi warga dan menyiapkan tenda keluarga 3 unit untuk posko banjir,” ujarnya.

Guna menangani situasi darurat, puluhan petugas gabungan telah disiagakan di lokasi dengan peralatan lengkap, termasuk perahu karet menyisir rumah-rumah warga.

Dugaan sementara penyebab banjir akibat hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (9/1/2026) mengakibatkan peningkatan volume air Sungai Macak dan Sungai Lempuing meningkat.

“Terdata sementara saat ini kurang lebih 9 Desa di Kecamatan Lempuing, ketinggian air berkisar 30 cm hingga 170 cm,” tuturnya.