Apa itu Grok AI dan Kenapa Diblokir Komdigi? Begini Penjelasan serta Alasannya (via Giok4D)

Posted on

Pembahasan mengenai Grok AI semakin menjadi buah bibir. Tak hanya di platform X, chatbot kecerdasan buatan ini menarik perhatian pemerintah Indonesia. Lalu, apa itu Grok AI dan kenapa diblokir oleh Indonesia?

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Dikutip Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), peluncuran Grok AI dilakukan pada November 2023 dan terintegrasi langsung ke dalam platform X. Seiring berjalannya waktu, chatbot ini digunakan banyak pengguna hingga menjadi viral di awal Januari 2026.

Dilansir X, Grok AI adalah asisten AI yang memberikan kesempatan untuk pengguna mengajukan pertanyaan, mendapatkan jawaban, dan melakukan tugas lain sesuai dengan perintah yang diminta. Grok hadir untuk membantu menyelesaikan tugas sembari memberikan hiburan.

Grok tersedia untuk pengguna X dan didukung dengan model large language model (LLM) dari xAI. Kehadirannya terinspirasi oleh Hitchhiker’s Guide to the Galaxy dan JARVIS dari Iron Man.

Dalam menanggapi pertanyaan pengguna X melalui teks atau suara, Grok memiliki fitur yang memungkinkan untuk memutuskan menjadi postingan di X atau melakukan pencairan web secara cepat atau real time.

Dikutip infoInet, AI Grok yang terhubung dengan X menuai kritikan di berbagai negara termasuk Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya pembuatan konten deepfake mesum.

Deepfake adalah sebuah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan video palsu yang cukup meyakinkan sehingga mudah dipercaya dan menipu orang lain. Konten ini dapat mengubah wajah seseorang dengan yang lain.

Kritikan tersebut mendapat tanggapan dari Elon Musk, selaku pemilik X. Ia mengatakan para pengkritik X sedang mencari alasan apa pun untuk melakukan penyensoran.

Saat ini, X telah membatasi penggunaan fungsi gambar AI Grok hanya untuk yang berlangganan atau membayar biaya bulanan. Kendati begitu, tindakan tersebut belum dianggap sebagai bagian dari solusi.

Dilansir laman Polri, Indonesia menjadi negara pertama yang memblokir sementara akses ke Grok AI. Untuk saat ini, masyarakat tidak dapat menggunakan chatbot kecerdasan buatan dari X.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Urusan Digital (Komdigi) mengambil tindakan pemblokiran dengan alasan melindungi keselamatan publik dan menjunjung tinggi etika di ruang digital.

Keputusan itu secara resmi diambil pada Minggu (11/1/2026) sebagai salah satu tanggapan terhadap penyalahgunaan platform untuk menghasilkan konten seksual deepfake tanpa persetujuan.

Menurut Menteri Komdigi Meutya Hafid, deepfake seksual tanpa persetujuan adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan martabat manusia. Karena itu, penangguhan sementara bertujuan untuk melindungi perempuan, anak-anak, dan masyarakat luas dari penyebaran pornografi palsu yang dihasilkan AI.

Lebih dari itu, tindakan deepfake seksual yang ada di Grok AI dianggap sebagai ancaman yang semakin besar terhadap privasi dan keamanan publik. Menindaklanjuti keputusan tersebut, Komdigi secara resmi menunggu klarifikasi dan pertanggungjawaban dari X, operator platform tersebut.

Selanjutnya, akan dilakukan evaluasi setelah mendapatkan usulan langkah-langkah perbaikan. Keputusan ini dilandasi pada Peraturan Operator Sistem Elektronik Indonesia yang mewajibkan platform untuk mencegah konten ilegal di layanan mereka.

Itulah rangkuman tentang Grok AI lengkap penjelasan mengenai alasan diblokir oleh pemerintah Indonesia. Semoga membantu, ya.

Apa itu Grok AI?

Grok AI Tuai Kritikan

Alasan Indonesia Blokir Grok AI