Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) memberikan kesempatan bagi siswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berdasarkan nilai rapor dan prestasi akademik maupun non-akademik lainnya. Untuk mengetahui jumlah kuota, berikut cara cek kuota sekolah SNBP 2026.
Tidak semua siswa dalam satu sekolah bisa mendaftar PTN lewat jalur SNBP. Hal ini ditentukan oleh kebijakan kuota sekolah yang bergantung pada akreditasi masing masing sekolah.
Memasuki tahun 2026, transparansi mengenai data kuota sekolah menjadi hal yang sangat penting. Baik pihak sekolah, orang tua, maupun siswa harus aktif dalam memastikan data yang tertera pada system. Berikut cara cek kuota sekolah SNBP 2026.
Dialnsir dari website Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), tim seleksi telah meluncurkan jadwal pengumuman kuota sekolah SNBP. Pengumuman telah diberikan tepat pada tanggal 29 Desember 2025 untuk publik.
Pengecekan kuota sekolah dilakukan secara daring melalui laman resmi penyelenggara seleksi masuk perguruan tinggi nasional. Langkah langkah ini sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja untuk memastikan transparansi data.
Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), berikut adalah urutan cara mengecek kuota sekolah:
Buka website resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di mesin pencarian internet. Atau dapat langsung klik link berikut:
Pada halaman utama klik garis tiga di pojok atas, lalu klik menu SNBP. Dari situ akan muncul pilihan kuota sekolah 2026.
Jika sudah klik ‘Kuota Sekolah 2026’ akan muncul halaman pencarian. Dalam mencari kuota sekolah tertentu bisa dengan pencarian berdasarkan 2 cara. Pertama, dengan memilih provinsi dan kabupaten/kota tempat sekolah berada.
Kedua, dengan memasukkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) secara langsung untuk hasil yang lebih cepat dan akurat.
Setelah sekolah ditemukan, sistem akan menampilkan informasi mengenai akreditasi sekolah tersebut serta persentase kuota yang didapatkan.
Informasi terakhir yang akan muncul adalah jumlah siswa yang diperbolehkan mendaftar siswa eligible untuk setiap jurusan (IPA, IPS, Bahasa, atau Kejuruan) yang ada di sekolah tersebut.
Besaran kuota sekolah dalam SNBP tidak ditentukan secara acak, melainkan didasarkan pada kualitas pendidikan yang tercermin melalui status akreditasi.
Dikutip dari buku Sukses SNBP: Panduan Masuk PTN Jalur Prestasi karya Budi Santoso, pembagian persentase kuota sekolah adalah sebagai berikut:
– Sekolah Akreditasi A: Mendapatkan kuota sebesar 40% siswa terbaik di sekolahnya.
– Sekolah Akreditasi B: Mendapatkan kuota sebesar 25% siswa terbaik di sekolahnya.
– Sekolah Akreditasi C dan lainnya: Mendapatkan kuota sebesar 5% siswa terbaik di sekolahnya.
Perhitungan persentase ini didasarkan pada jumlah total siswa kelas 12 pada masing masing jurusan. Jika sebuah sekolah memiliki akreditasi A dengan jumlah siswa jurusan IPA sebanyak 100 orang, maka hanya 40 siswa dengan nilai rapor tertinggi yang masuk daftar siswa eligible untuk SNBP.
Tujuan kuota bagi sekolah adalah sebagai alat evaluasi kualitas mutu pendidikan. Sekolah didorong untuk terus meningkatkan status akreditasinya agar mendapatkan jatah kuota yang lebih besar bagi siswanya.
Selain itu, sistem ini membantu sekolah dalam memetakan potensi lulusannya serta memastikan bahwa siswa yang dikirimkan untuk bersaing di tingkat nasional adalah siswa yang benar benar memiliki kualifikasi terbaik secara akademik.
Dikutip dari buku Strategi Pendidikan Menengah karya Siti Aminah, tujuan kuota bagi siswa adalah untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat sejak awal masa sekolah. Siswa didorong untuk konsisten menjaga nilai akademik dari semester satu hingga semester lima.
Bagi orang tua, kebijakan kuota ini memberikan gambaran yang jelas mengenai peluang anak mereka dalam memperebutkan kursi PTN melalui jalur tanpa tes, sehingga orang tua dapat menyiapkan strategi alternatif (seperti jalur tes atau mandiri) sejak dini jika anak tidak masuk dalam kuota tersebut.
Ketidaksesuaian data seringkali menjadi kendala yang meresahkan bagi siswa maupun sekolah. Masalah yang biasa muncul antara lain kesalahan jumlah total siswa yang terdata atau status akreditasi yang belum diperbaharui dalam sistem pusat.
Dikutip dari panduan teknis Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3), jika ditemukan ketidaksesuaian data, maka langkah langkah yang harus diambil adalah sebagai berikut:
Langkah pertama adalah melaporkan temuan tersebut kepada operator sekolah atau bagian kurikulum. Siswa atau orang tua tidak dapat melakukan perubahan data secara mandiri di sistem SNPMB.
Sekolah harus segera memeriksa dan melakukan perbaikan data pada sistem Dapodik untuk sekolah di bawah Kemendikbud atau EMIS untuk sekolah di bawah Kemenag. Segala perubahan data mengenai jumlah siswa dan akreditasi bersumber dari sistem tersebut.
Pemerintah biasanya menyediakan waktu khusus yang disebut “Masa Sanggah”. Sekolah diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan atau perbaikan data jika kuota yang muncul di laman SNPMB tidak sesuai dengan kenyataan.
Masa sanggah ini dapat dimanfaatkan sekolah yang terdapat ketidaksesuaian data. Dijadwalkan masa sanggah berlangsung dari 29 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026. Pastikan perbaikan dilakukan sebelum batas waktu masa sanggah berakhir.
Jika kendala teknis tetap berlanjut setelah perbaikan data di Dapodik/EMIS, sekolah dapat menghubungi layanan helpdesk resmi SNPMB untuk mendapatkan panduan lebih lanjut.
Sangat penting bagi pihak sekolah untuk melakukan validasi data secara berkala agar tidak merugikan siswa. Demikianlah cara cek kuota sekolah SNBP 2026 lengkap cara mengajukan masa sanggah.
Artikel ini dibuat oleh Annisaa Syafriani, mahasiswa magang Prima PTKI Kementerian Agama.
