Debit Sungai Musi, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengalami kenaikan. Tinggi muka air (TMA) yang tercatat di alat automatic water level recorder (AWLR) Sekanak mencapai 4,61 meter pada, Senin (5/1/2026).
Kepala Tim Pelaporan Monev WRDC dan Sisda Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Akson Nurhanafi mengatakan ketinggian normal air di Sungai Musi berkisar 3,5 meter pada peil scale. Artinya kenaikan debit air di atas 1 meter.
“Kenaikan debit sungai itu akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir di wilayah Sumsel. Dari pemantauan sensor TMA, AWLR Sekanak di Sungai Musi Palembang, mengalami kenaikan debit air hingga 4,61 meter pada bacaan sensor AWLR. Sedangkan pada bacaan manual peil scale tercatat di sekitar 3,86 meter ” ujar Akson.
Selain Sungai Musi di Palembang, kenaikan debit air juga terdeteksi di AWLR Modong. TMA yang terpantau di Sungai Lematang di Muara Enim itu mencapai 7,1 meter pada pukul 18:00 WIB.
Kenaikan debit sungai juga terpantau di AWLR Sungai Dua di Sungai Komering di Banyuasin dengan TMA 5,84 meter.
Kemudian di AWLR Teluk di Sungai Batangharileko di Muba dengan TMA 5,85 meter, AWLR Bayung Lencir di Sungai Lalan Muba dengan TMA 3,98 meter, dan AWLR Serdang Menang di Sungai di Komering OKI dengan TMA 3,41 meter.
Akson menjelaskan, kenaikan debit air ini juga membuat aliran anak sungai mengalami peningkatan. Jika terjadi hujan ekstrem, aliran itu berpotensi banjir dan meluap karena terhambat mengalir ke hilir.
“Kita berharap masyarakat selalu waspada, kemudian mengadakan kegiatan gotong royong dan tidak membuang sampah di aliran sungai. Aliran sungai yang penuh dengan sampah dapat menghambat aliran sungai dan meningkatkan potensi banjir,” jelasnya.
