Ini 5 Lagu Daerah Lampung yang Syahdu di Telinga Lengkap Lirik dan Maknanya | Giok4D

Posted on

Mengenal kekayaan budaya Lampung belum lengkap rasanya jika tidak mendengarkan lagu daerahnya yang syahdu di telinga. Melalui alunan musik tradisionalnya, lagu-lagu ini dapat menghadirkan cerita tentang keindahan alam, nilai kehidupan, hingga rasa rindu yang menenangkan hati

Selain lagu populer seperti Sang Bumi Ruwa Jurai, masih banyak lagi lagu daerah Lampung yang syahdu di telinga dengan liriknya yang puitis dengan nuansa lembut. Iringan musik tradisional nya juga mampu menciptakan suasana tenang sehingga cocok didengarkan saat bersantai atau mengenang kampung halaman.

Bagi pecinta musik etnik dan budaya Nusantara, deretan lagu ini wajib masuk dalam daftar putar anda.Yuk, simak ulasan 5 lagu daerah Lampung yang syahdu di telinga lengkap dengan liriknya berikut ini!

Berikut lima lagu daerah asal Provinsi Lampung yang syahdu disertai lirik lengkap beserta penjelasan makna yang terkandung di dalamnya.

Jak ujung Danau Ranau
Teliu mit Way Kanan
Sampai Pantai Lawok Jawo
Pesisir rik Pepadun
Jadi sai dilom lamban
Lampung sai kayo rayo

Ki ram haga burasa
Hujaini pemandangan
Huma lada di pematang
Api lagi cengkehni
Telambun beruntaian
Tandani kemakmuran

Lampung sai…
Sai bumi ruwa jurai…
Lampung sai…
Sai bumi ruwa jurai…

Cangget bara bulagu
Sembah jama Saibatin
Sina gawi adat sikam
Manjau rik sebambangan
Tari rakot rik Melinting
Cirini ulun Lampung

Lampung sai…
Sai bumi ruwa jurai…
Lampung sai…
Sai bumi ruwa jurai…

Dikutip buku Sosio Antropologi Pendidikan oleh Ruminiati, istilah “Sai Bumi Ruwa Jurai” dalam bahasa Indonesia memiliki makna satu bumi dua macam. Melalui lirik lagu daerah Lampung ini. Syaiful Anwar sang penulis lagu ingin menggambarkan luasnya wilayah Lampung yang membentang dari Danau Ranau hingga Lampung Selatan.

Istilah “dua macam” dalam lirik lagu ini juga memiliki arti sebagai bentuk keragaman masyarakat Lampung yang terbagi dalam dua kelompok besar, yakni masyarakat pesisir (Saibatin) dan masyarakat dataran tinggi. Meski memiliki latar belakang yang berbeda keduanya tetap bisa hidup berdampingan dan bersama-sama berperan dalam membangun Provinsi Lampung.

Jak Ranau tigoh di Teladas
Jak Palas munggak mit Bengkunat
Gunung rimba tiuh pumatang
Pulau-pulau di lawok lepas

Bumiku Tanoh Lampung Kulawi
Panjak wah-wah di Nusantara
Tani tukun sangun jak jebi
Tanoh Lampung Tanoh Lado

Meregai buai ghik bahasa
Nayah sina tanda gham kaya
Adat ghik budaya sukatni kaganga
Jadi waghisan jama-jama

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Tabik pun jama sai tuha raja
Punyimbang sebatin semerga
Salah ghik cempala tiyan sai ngukha-ngukha
Tilik tawai sikam kiluya

Lagu daerah berjudul Tanoh Lado ini merupakan karya dari Fath Syahbudin. Dilansir buku berjudul Menakar Pasar Lada: Hitam Putih dalam Perdagangan oleh Reza Lukiawan, lirik lagu ini menceritakan mengenai identitas Lampung sebagai daerah yang terkenal dengan hasil ladda hitamnya yang sudah ada sejak zaman kerajaan hingga penjajahan Belanda.

Lirik ini juga menggambarkan peran penting lada sebagai sumber kemakmuran masyarakat sekaligus komoditas utama yang membuat Lampung dikenal luas dalam jalur perdagangan. Lagu ini juga dijadikan sebagai simbol kebanggaan daerah terhadap kekayaan alam dan sejarah panjang Lampung sebagai tanah penghasil lada.

Seminung di kala dibi
Cahyani kuning gegoh emas
Cukutni hampaghan mata
Tebingni ngejutko hati

Manuk-manuk behamboghan
Dija dudi ghagom bepantun
Ngeghasako angin Seminung
Ceghita jak zaman saka

Segala huma di zaman timbai
Tanom tumbuh tuwoh mak buhantagha
Seminung sikop dilingkaghi wai
Kughnia Tuhan Mahakuasa

Lagu Seminung merupakan lagu khas daerah Lampung, lagu ini menggambarkan kekaguman terhadap keindahan alam Gunung Seminung. Lirik lagu ini menjelaskan mengenai pesona alam yang asri, pemandangan yang menyejukan mata, serta suasana damai yang mampu menyentuh perasaan siapapun yang menikmatinya. Keindahan tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat Lampung atas karunia alam yang diberikan Tuhan.

Sangun kak jak zaman ho
Lampung ghadu dikenal
Hasilno kupie lado
Rebutan kaum modal

Wawai pemandangannyo
Jak pinggeh Teluk Lampung
Pek ulun besoko-soko
Lamun gham di unggak gunung

Sang Bumi Ghuwa Jughai
Eno lambang sai agung
Lapah gham jamo-jamo
Guwai ngebangun bumi Lampung

Sang Bumi Ghuwa Jughai
Eno lambang sai agung
Lapah gham jamo-jamo
Guwai ngebangun bumi Lampung

Dilansir buku berjudul Daerah Tempat Tinggalku karya Ambyah Harjanto dkk, lagu daerah berjudul Bumi Lampung ini diciptakan oleh H.Raja Sangun. Lagu ini menggambarkan Lampung sebagai daerah yang kaya akan hasil alamnya dan memiliki potensi besar sejak masa lampau. Liriknya Juga menonjolkan komoditas unggulan seperti lada dan kopi yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung. Lagu ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa cinta terhadap daerah, tetapi juga ajakan untuk bersama-sama menjaga dan membangun Lampung agar tetap makmur dan lestari.

Sessat agung sai wawai
Talo butabuh, tarei cangget
Gawei adat tano tigeh
Cakak Pepadun

Adat budayo Lampung
Nayah temmen ragem wawaino
Jepanada, Garudano
Rato Sebatin

Cangget agung, cangget agung
Mulei batangan…
Dilem kutumaro, dilem kutumaro
Mejjeng busanding…

Gawei adat Lampung, gawei adat Lampung
Jak zaman tuho…
Lapah gham jamo-jamo
Ngelestareiken adat Lampung…

Lagu daerah asal Provinsi lampung ini merupakan karya Syaiful Anwar. Lagu ini mengangkat gambaran pelaksanaan upacara adat yang disertai Tari Cangget Agung yaitu tarian tradisional khas Lampung. Melalui liriknya, lagu ini menonjolkan kekhidmatan prosesi adat serta makna budaya yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga mencerminkan penghormatan masyarakat Lampung terhadap tradisi dan adat istiadat leluhur.

Nah inilah 5 lagu daerah asal Lampung yang syahdu di telinga, jangan lupa untuk di dengarkan ya infoers!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker info.com

5 Lagu Daerah Lampung

1. Sai Bumi Ruwai Jurai

2. Tanoh Lado

3. Seminung

4. Bumi Lampung

5. Cangget Agung