Penetapan tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah sebagai awal puasa 2026 telah dilakukan Muhammadiyah. Lalu, kapan puasa Ramadan secara resmi akan dimulai?
Mengetahui jadwal puasa penting bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dalam hal ini, organisasi Islam Muhammadiyah melakukan penetapan lebih dulu melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.O/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Mengacu maklumat tersebut, Muhammadiyah melakukan penetapan lebih cepat dari pemerintah dengan menggunakan metode hisab berdasarkan prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa, Idul Fitri, dan Idul Adha melalui pemantauan hilal di hari terakhir bulan sebelumnya.
Setelah pemantauan hilal akan berlangsung sidang isbat kurang lebih satu hingga dua jam untuk memutuskan tanggal resmi. Biasanya pengumuman dilakukan setelah waktu Magrib.
Dalam penetapan Ramadan 1447 Hijriah, ada empat hasil keputusan yang dirangkum Muhammadiyah, yakni:
1. Hasil ijtimak jelang Ramadan 1447 Hijriah terjadi pada hari Selasa, 29 Syaban 1447 H atau bertepatan dengan 17 Februari 2025 pukul 12.01 UTC.
2. Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°.
3. Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi itu ada wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8° setelah pukul 24:00 UTC dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (16:06:13 UTC).
Wilayah yang memenuhi parameter tersebut termasuk daratan Amerika, antara lain yang pertama adalah:
4. Di seluruh dunia tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
Untuk penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah, Muhammadiyah memutuskan tiga hal ini:
1. Ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada hari Kamis Kliwon, 30 Ramadan 1447 Н bertepatan dengan 19 Maret 2026 M, pukul 01:23:28 UTC.
2. Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan >5° dan elongasi Bulan ≥ 8°. Wilayah yang memenuhi parameter tersebut, antara lain yang pertama adalah:
3. Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Ada enam poin yang ditetapkan Muhammadiyah dalam memutuskan tanggal Hari Raya Idul Adha 2026 atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah, yakni:
1. Ijtimak jelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 29 Zulkaidah 1447 H bertepatan dengan 16 Mei 2026 M, pukul 20:01:02 UTC.
2. Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°.
3. Parameter Kalender Global (PKG) 2 tidak terpenuhi karena setelah pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di daratan Amerika yang saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi itu memenuhi parameter tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8° dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (17:47:31 UTC).
4. Di seluruh dunia tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 М.
5. Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) jatuh pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026 М.
6. Iduladha (10 Zulhijah 1447 H) jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 М.
Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan sebagai berikut:
Itulah jawaban bagi yang bertanya kapan puasa 2026 lengkap dengan tanggal Idul Fitri serta Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga membantu, ya.
Mengapa Muhammadiyah Lebih Dulu Menetapkan Puasa?
Tanggal Puasa Ramadan 1447 H/2026 versi Muhammadiyah
Tanggal Idul Fitri 1447 H/2026 versi Muhammadiyah
Tanggal Idul Adha 1447 H/2026 versi Muhammadiyah
Jadwal Puasa, Idul Fitri, dan Idul Adha 2026 versi Muhammadiyah
Untuk penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah, Muhammadiyah memutuskan tiga hal ini:
1. Ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada hari Kamis Kliwon, 30 Ramadan 1447 Н bertepatan dengan 19 Maret 2026 M, pukul 01:23:28 UTC.
2. Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan >5° dan elongasi Bulan ≥ 8°. Wilayah yang memenuhi parameter tersebut, antara lain yang pertama adalah:
3. Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Ada enam poin yang ditetapkan Muhammadiyah dalam memutuskan tanggal Hari Raya Idul Adha 2026 atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah, yakni:
1. Ijtimak jelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 29 Zulkaidah 1447 H bertepatan dengan 16 Mei 2026 M, pukul 20:01:02 UTC.
2. Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°.
3. Parameter Kalender Global (PKG) 2 tidak terpenuhi karena setelah pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di daratan Amerika yang saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi itu memenuhi parameter tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8° dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (17:47:31 UTC).
4. Di seluruh dunia tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 М.
5. Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) jatuh pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026 М.
6. Iduladha (10 Zulhijah 1447 H) jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 М.
Berdasarkan hasil hisab tersebut maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan sebagai berikut:
Itulah jawaban bagi yang bertanya kapan puasa 2026 lengkap dengan tanggal Idul Fitri serta Idul Adha 1447 Hijriah. Semoga membantu, ya.
