Seorang pegawai di salah satu perusahaan hutan tanaman industri (HTI) tenggelam di Sungai Batanghari, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pria asal Trenggalek, Jawa Timur, yang berdomisili di distrik perusahaan tersebut diduga terpeleset dan jatuh saat mancing di pinggir sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto yang dikonfirmasi membenarkam kejadian tersebut. Peristiwa itu terjadi di wilayah Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batanghari Leko, pada Senin (19/1/2026).
“Benar, telah terjadi peristiwa orang tenggelam di Sungai Batanghari Leko. Kejadian tersebut menimpa seorang pegawai atas nama Nova Kurniawan, laki-laki, usia 25 tahun, beralamat di Trenggalek, Jawa Timur, dan berdomisili sementara di distrik perusahaan,” ujar Marko saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kata Marko, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 12.30 WIB. Saat itu korban sedang melakukan aktivitas memancing di pinggiran Sungai Batanghari.
“Diduga korban terpeleset dan jatuh ke sungai, sehingga terseret arus dan tidak dapat menyelamatkan diri,” katanya.
Lanjutnya, warga sekitar dan rekan kerja korban yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan upaya pertolongan serta melaporkan peristiwa itu kepada pihak terkait. Namun, derasnya arus Sungai Batanghari pada saat kejadian menyulitkan proses penyelamatan awal.
Peristiwa ini selanjutnya dilaporkan kepada aparat desa dan instansi terkait untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Palembang, BPBD Muba, TNI dan Polri, serta perangkat desa setempat telah melakukan upaya pencarian secara maksimal.
“Pada hari pertama pencarian, tim SAR gabungan melaksanakan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan fokus pada aliran Sungai Batanghari. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan dan area pinggiran sungai sejauh radius kurang lebih 20 km dari titik awal korban diduga tenggelam,” jelasnya.
“Setelah dilakukan evaluasi dan mempertimbangkan kondisi cuaca serta faktor keselamatan personel, operasi pencarian pada hari pertama resmi ditutup sementara dan akan dilanjutkan pada hari kedua sesuai dengan rencana operasi SAR yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
