Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengungkapkan capaian pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2025 baru mencapai 85% dari target yang ditetapkan. Bagi kepala OPD yang gagal mencapai target akan diberi ancaman mutasi.
“Sampai sekarang saya dapat laporan 85 persen. Artinya memang ini target yang kita kemarin tidak tercapai, tetapi kami tetap optimis di 2026 dengan berbagai macam kajian, baik itu kajian optimalisasi, insyaAllah bisa tercapai dan bisa meningkat lagi,” ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Rabu (31/12/2025).
“Konsekuensi daripada dia tidak tercapai target, tentunya bisa jadi itu kita mutasikan,” sambungnya.
Kata Dewa, untuk meningkatkan PAD di tahun 2026, pihaknya mengandalkan inovasi dari kepala OPD dan optimalisasi aset pemerintah kota. Salah satu strategi yang diterapkan adalah penggabungan kantor bersama yang terbukti menghemat anggaran hingga Rp50-55 miliar tanpa menggunakan dana APBD.
“Ada inovasi, gagasan dari wakil wali kota untuk penggabungan kantor bersama. Ini salah satu upaya kita untuk mendapatkan PAD di samping pengurangan belanja dan efisiensi,” katanya.
“Penggabungan kantor bersama yang telah terwujud mampu menghemat anggaran hampir Rp 50-55 miliar dan tidak menggunakan dana APBD karena dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan aset,” tambahnya
Selain itu, efisiensi juga dilakukan di berbagai sektor seperti penggunaan alat kantor, konsumsi sehari-hari, hingga listrik untuk mengoptimalkan anggaran yang ada.
“Kami sepakat dengan Pak Wakil, kita ingin aset pemerintah kota ini semuanya bergerak dan menghasilkan PAD. Ini salah satu upaya untuk meningkatkan PAD di 2026,” ujarnya.
Dari evaluasi kinerja program, ada satu sektor yang menjadi perhatian khusus yakni program Palembang Cerdas yang baru mencapai 60 persen.
“Kalau tadi kita lihat persentasenya, Alhamdulillah ya, kecuali dari sektor Palembang Cerdas. Palembang Cerdas baru kurang lebih 60 persen,” ujarnya.
Dewa menjelaskan bahwa program Palembang Cerdas membutuhkan percepatan, khususnya dalam pemberian beasiswa.
“Palembang Cerdas yang kami butuh lagi percepatan, khususnya pemberian beasiswa. Beasiswa setiap sekolah, karena memang di tahun ini akan diterapkan baik itu beasiswa untuk guru-guru di tingkat SD-SMP maupun beasiswa untuk menyekolahkan tenaga kesehatan minimal dokter spesialis di tiap satu puskesmas,” ujarnya.
Dewa mengakui salah satu kendala utama tidak tercapainya target adalah masalah penganggaraan. Dan hal ini dijanjikan akan diatasi di tahun 2026.
“Kalau tadi kendalanya anggaran ya, kalau memang kemarin belum teranggarkan untuk meneruskan S2-nya Palembang Cerdas, insyaAllah di tahun 2026 semuanya sudah dianggarkan,” jelasnya.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di infocom.
